130 kelompok tani di Jabar terima 2 Juta benih kopi

Jelang akhir tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Perkebunan membagikan 2 juta benih kopi kepada 130 kelompok tani dari 11 kabupaten di Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyerahkan langsung bantuan benih tersebut, Selasa (27/12).

Bantuan benih kopi tersebut diberikan kepada Bupati atau Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten penerima di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung.

Secara simbolis, Aher menyerahkan 2 juta benih kopi kepada 11 kabupaten penerima. Kabupaten Bandung menerima 457.750 benih, Bandung Barat (183.500), Garut (349.900), Tasikmalaya (112.500), Ciamis (52.000), Majalengka (111.250), Sumedang (428100), Subang (12.000), Cianjur (113.500), Sukabumi (84.800), dan Kabupaten Bogor (94.700 benih). Dua juta benih kopi ini telah disertifikasi terakhir kemarin tanggal 22 Desember 2016.

Dengan keunggulan yang dimiliki, kopi Jawa Barat bisa memiliki nilai ekonomi dan manfaat konservasi atau penghijauan untuk kawasan lahannya. Gubernur Ahmad Heryawan mengungkapkan, dengan nilai ekonomi yang tinggi kopi bisa menjadi sumber peningkatan pendapatan para petani.

“Ini bisa jadi awal kesejahteraan para petani kita. Yang kedua, bisa jadi konservasi. Kita dorong masyarakat yang biasanya pada tanah miring tanam tanaman semusim, sekarang kita dorong supaya yang ditanam itu tanaman koservasi. Satu diantara jenis tanaman konservasi yaitu tanaman kopi,” jelas Aher usai acara.

Aher menambahkan, ke depan harus dilakukan pula pengembangan untuk jenis tanaman kopi ini. Contohnya adalah tanaman kopi yang dipadukan dengan pemeliharaan Tawon.

“Belum ada kan madu kopi, padahal kopi kita panen dua kali setahun. Ini akan sangat bagus kalau kemudian kopi dipadukan dengan pemeliharaan Tawon untuk produksi madu,” tukas Aher.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Arief Santosa dalam laporannya.Arief juga menjelaskan bahwa sertifikasi ini penting. Karena menurutnya hal tersebut bisa meningkatkan produktivitas, mutu hasil tanam, serta daya saing produknya. Selain itu, harus diukung pula oleh teknik budidaya yang baik (good agricultural practise) melalui pemberian sarana produksi yang tepat, sesuai dengan penerapan sistem manajemen usaha tani yang baik pula.

Pada 2014 Pemprov Jawa Barat telah menyerahkan 1 juta benih kopi kepada 42 kelompok tani di 6 kabupaten. Sedangkan pada 2015 Pemprov Jabar juga menyerahkan 2 juta benih kopi kepada 65 kelompok tani di 11 kabupaten, sehingga pada 2016 ada peningkatan jumlah kelompok penerima hingga 100%. Sementara pada 2017 nanti Pemprov Jawa Barat menargetkan kembali membagikan 5 juta benih kopi, sehingga total dari 2014 – 2017 ada 10 juta benih kopi yang dibagikan.

Kopi yang dibagikan pada tahun ini merupakan jenis kopi unggul Arabika dengan dua jenis varietas. Pertama, benih kopi varietas Sigara Lembang yang bisa ditanam di atas ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (dpl), dan kedua, varietas Lini S795 yaitu jenis tanaman kopi diperuntukan ditanam di ketinggian 700 – 1.200 meter dpl.

Dengan adanya penambahan 2 juta benih pohon ini, maka diperkirakan luas lahan tanaman kopi di Jawa Barat seluas 37.265 hektar. Sedangkan potensi lahan yang cocok untuk tanaman kopi di Jawa Barat bisa mencapai 50.000 atau maksimal 200.000 hektar.

Konservasi Hulu Citarum & Cimanuk, Pusat Anggarkan Rp 280 Miliar

Pemerintah Pusat akan menganggarkan Rp 280 Miliar untuk konservasi kawasan hulu Sungai Citarum dan Sungai Cimanuk. Hal ini sesuai dengan hasil rapat Gubernur Ahmad Heryawan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama para menteri terkait pekan lalu.

“Pemerintah Pusat memiliki program untuk konservasi kawasan Citarum dan Cimanuk. Sepanjang pengetahuan saya ada Rp 280 Miliar dana yang disediakan oleh APBN tahun 2017 untuk konservasi kawaan tersebut,” ungkap Aher usai acara penyerahan 2 juta benih kopi.

“Kita manfaatkan dengan baik, mudah-mudahan pada saat kita ingin menghijaukan kembali, mengkonservasi kembali kawasan Citarum hulu dan Cimanuk hulu, secara konservasi. Dan pada saat yang sama ada nilai ekonomi, yaitu tanaman kopi,” tambahnya.

Tanaman kopi bisa memberikan manfaat untuk kawasan konservasi. Kopi bisa ditanam disela-sela tanaman konservasi yang biasanya merupakan tanaman tegakan.

“Jadi secara hidrologi air, pelestarian hutan bagus, serapan air menjadi bagus, banjir menjadi berkurang,” pungkas Aher.

 

 

SUMBER : Merdeka.com