2 Penambang Ilegal di Kawasan Suaka Margasatwa Dangku Ditangkap

Lokasi tempat 2 warga ditangkap melakukan penambangan minyak ilegal (Foto: Dok. Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera)

Palembang – Dua pelaku penambangan minyak ilegal di kawasan hutan Suaka Margasatwa Dangku, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan ditangkap. Keduanya tertangkap basah sedang melakukan pengeboran oleh tim gabungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Sumatera.

Kepala Seksi III Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, Dodi Kurniawan mengatakan, kedua pelaku berinisial AL dan CS diketahui merupakan warga Desa Berlian Jaya, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin. Mereka diduga sengaja melakukan eksploitasi di wilayah konservasi meskipun sudah ada larangan.

“Terungkapnya kegiatan eksploitasi ini setelah kami mendapat laporan dari tim BKSDA yang melakukan patroli. Saat kita cek ke lapangan ternyata benar ada dua pelaku berinisial AL dan CS yang sedang melakukan kegiatan pengeboran minyak di kawasna Suaka Margasatwa,” Dodi Kurniawan saat dimintai konfirmasi detikcom melalui sambungan seluler, Minggu (11/2/2018).

Dodi mengatakan kegiatan ilegal tersebut sudah terjadi sejak satu bulan yang lalu. Sebelumnya pun pelaku sudah diberi peringatan tim patroli BKSDA.

Sumur tempat pengeboran minyakSumur tempat pengeboran minyak Foto: Dok. Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera

Karena pelaku tak kapok, tim akhirnya memutuskan untuk menangkap kedua pelaku pada Rabu (7/2) pukul 11.00 WIB. Selain menangkap pelaku, sejumlah barang bukti yang digunakan untuk pengeboran seperti mesin pompa air, selang, bor besi, dan jeriken minyak juga disita.

Dodi menambahkan di wilayah konservasi tersebut ditemukan banyak sumur tua bekas pengeboran minya saat zaman Belanda. Bahkan sampai saat ini masyarakat sekitar masih tetap melakukan kegiatan pengeboran, hanya saja tak sampai masuk kawasan konservasi.

“Kalau sumur minyak memang banyak disana dan itu bekas pertambangan zaman terdahulu atau Zaman Belanda, tetapi memang tidak boleh lagi untuk melakukan pengeboran. Untuk dua pelaku yang kita tangkap saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Mapolda Sumsel,” katanya.

Dodi mengaku saat pelaku dan barang bukti akan dibawa keluar kawasan hutan, tim sempat dihadang dan diintervensi oleh seorang oknum aparat yang diduga ikut membekingi kegiatan ilegal itu. Mereka juga diminta untuk membebaskan para pelaku, serta barang bukti yang telah diamankan.

“Sekarang kami masih mendalami peran masing-masing pelaku, karena memang ada indikasi dugaan oknum yang saat itu mencoba untuk menghentikan tim kami di jalan. Nah, oknum ini masih didalami juga keterlibatannya, kami juga sudah berkoordinasi dengan polisi dan TNI untuk mendalami keterlibatan oknum yang diduga ikut membekingi atau memberi modal untuk kegiatan ilegal ini,” tutup Dodi.

Sejumlah barang yang digunakan warga untuk melakukan aktivitas penambanganSejumlah barang yang digunakan warga untuk melakukan aktivitas penambangan Foto: Dok. Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera

Dihubungi terpisah, Kepala BKSDA Sumsel Genman Hasibuan mengatakan kegiatan ini sebenarnya sudah diketahui sejak 29 Januari lalu. Saat itu tim patroli telah memberikan peringatan sebanyak 3 kali, tetapi tetap tidak diindahkan oleh para pelaku.

“Satu hari sebelum penangkapan kami sudah mendatangi TKP, tetapi tetap tidak diindahkan. Mengingat upaya persuasif dan preventif tidak dihiraukan, maka kami koordinasi dengan Balai Gakkum untuk melakukan tindakan tegas para pelaku kasus tambang minyak liar sebelum berkembang semakin luas,” kata Gemnan.

 

 

SUMBER : DETIK NEWS