Ada Berapa Macam Spesies Orangutan Di Indonesia? Berikut Penjelasannya…

Foto: Debora Kusumadewi/dTraveler

 


Jakarta – Di Indonesia, orangutan hanya endemik di hutan Sumatera dan Kalimantan. Ada 4 spesies yang hidup di Indonesia. Ini sebarannya.

Dijelaskan Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Antung Deddy, keempat spesies yang ada di Indonesia itu adalah:

1. Subspesies Pongo pygmaeus pygmaeus (Northwest Bornean Orangutan) dapat ditemukan di Serawak (Malaysia) dan Kalimantan bagian barat laut.

2. Subspesies Pongo pygmaeus wurmbii (Central Bornean Orangutan) terdapat di Kalimantan Tengah dan bagian selatan Kalimantan Barat.

3. Subspesies Pongo pygmaeus morio (Northeast Bornean Orangutan) dijumpai di Kalimantan Timur (Indonesia) dan Sabah (Malaysia).

4. Spesies Pongo abelii alias orangutan Sumatera adalah fauna endemik Sumatera, yang hanya bisa dijumpai di Pulau Sumatera. Beberapa kawasan yang menjadi habitat primata besar ini antara lain di Sumatera bagian utara (Aceh dan Sumatera Utara), seperti di Taman Nasional Gunung Leuser dan Suaka Margasatwa Bukit Lawang.

“Sekitar 75 persen dari orangutan liar dijumpai di luar kawasan konservasi, kebanyakan di kawasan hutan produksi yang dikelola oleh HPH/HTI dan/atau hutan lindung,” demikian kata Antung, mengutip data Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Orangutan Indonesia 2007-2017.

Ada 4 Spesies Orangutan di Hutan RI, Ini SebarannyaFoto: Peta sebaran orangutan di Indonesia (Foto: KLHK)

Di Sumatera, orangutan tersebar di hutan produksi, hutan lindung, area penggunaan lain, dan hutan produksi terbatas di luas total 1.203.443 hektare. Sedangkan di Kalimantan, orangutan tersebar di wilayah seluas 10.701.482 hektare, yang terdiri dari hutan lindung, hutan produksi, areal penggunaan lain, dan hutan produksi terbatas.

Ya, area sebaran orangutan kadang tumpang-tindih dengan perkebunan sawit. Hal itu diperkuat juga oleh data dari Centre for Orangutan Protection (COP). Pendiri COP Hardi Baktiantoro bahkan memetakan dengan detil area sebaran orangutan yang tumpang-tindih dengan perkebunan sawit hingga titik koordinatnya di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, lengkap dengan nama-nama perusahaan pengelola konsesi HPH/HTI itu.

Sedangkan populasi orangutan, menurut survei populasi orangutan tahun 2008, adalah 61.234 ekor yang tersebar di Sumatera, 6.667 ekor di Kalimantan, termasuk Sabah dan Serawak sebanyak 54.567 ekor.

Adapun International Union for Conservation Nature (IUCN), organisasi internasional di bidang konservasi alam, memasukkan orangutan ke daftar merah ‘IUCN Red List’ dengan status ‘Critically Endangered’ (CR) alias terancam punah. Status CR ini adalah status setingkat di bawah status ‘Extinct in The Wild’ (EW) alias punah di alam liar.

Data populasi terbaru 2016, menurut situs IUCN, orangutan Sumatera (Pongo abelii) sebanyak 14.613 ekor di luas total 17.797 km2 hutan Sumatera, di Aceh, dan Sumut.

Sedangkan untuk orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), IUCN memperkirakan populasinya per 2016 sebanyak 104.700 ekor. Jumlah ini menurut model perhitungan yang dipakai IUCN dengan asumsi luas sebaran orangutan di Kalimantan 155.000 km2 atau 21% luas Kalimantan, serta rata-rata kepadatan orangutan yang pernah disurvei pada 2004 adalah 0,67 ekor/km2.

Orangutan Sumatera dan orangutan Kalimantan, menurut IUCN, menunjukkan gejala populasi yang menurun.

 

SUMBER : Detiknews