Banjir Bandang Hutan Leuser Terjang Ratusan Rumah di Aceh

Banjir bandang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Lawe Sigala, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, pada Selasa sore, 11 April 2017. (tvOne/Muhammad Fadly)

 


Banjir bandang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Lawe Sigala, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, pada Selasa sore, 11 April 2017. Ratusan rumah yang tersapu air bah itu rusak parah karena banjir disertai gelondongan kayu.

Menurut Kasim, seorang warga Desa Batu Dua Ratus, air dan lumpur berserta gelondongan kayu serta batu yang datang tiba-tiba dari perbukitan hutan Leuser itu sempat membuat warga panik. Warga tak sempat menyelamatkan harta benda mereka dan segera menyelamatkan diri menuju tempat yang lebih tinggi.

Sejumlah desa terdampak banjir itu masih porak-poranda dan tertutup lumpur tebal beserta tumpukan gelondongan kayu, yang diduga sisa pembalakan liar di hutan Leuser. Warga yang rumahnya rusak berat mengungsi ke rumah kerabat.

Sejauh ini, tidak ada korban jiwa dalam bencana itu, namun ratusan rumah warga dilaporkan rusak berat. Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Aceh, masih melakukan operasi di sejumlah lokasi.

Hujan deras mengguyur wilayah Aceh Tenggara hingga Rabu dini hari. Debit air yang mengalir dari pegunungan terus meningkat. Tim Basarnas mengimbau warga segera mengungsi ketika situasi semakin parah.

Berdasarkan data Basarnas, ada dua kecamatan yang terdampak banjir bandang itu, antara lain, Kecamatan Lawe Sigala Gala dan Kecamatan Semada.

 

Akses jalan lumpuh

Selain merusak sejumlah rumah warga, banjir bandang melumpuhkan akses jalan lintas nasional Kutacane-Medan, Sumatera Utara, karena tertimbun lumpur dan gelondongan kayu.

“Info sementara, dampak kerusakan materi akibat tersapu banjir tersebut, ada lima belas unit rumah yang rusak berat,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, saat dihubungi pada Selasa tengah malam.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh melaporkan dampak banjir itu.  Selain menyapu rumah warga, juga menyebabkan jalan lintas Kutacane-Medan lumpuh total. “Material longsor menutupi badan jalan sehingga arus transpotasi arah Medan Sumatera Utara-Kutacane Aceh lumpuh total,” ujarnya.

Menurut seorang warga, banjir itu tidak hanya karena curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir, tetapi juga akibat kawasan hutan Leuser rusak. Musababnya ialah pembalakan liar dan alih fungsi lahan menjadi lahan perkebunan yang membuat hutan menjadi gundul.

 

 

 

SUMBER : Viva.co.id