Bayi Lobster Hasil Selundupan Dilepasliarkan di Area Konservasi

Proses pelepasliaran bayi lobster selundupan di area konservasi laut Bangsring Banyuwangi (Foto: Ahmad S/ TIMES Indonesia)

 

JAKARTA – Sebanyak 10.582 ekor bibit lobster selundupan dilepasliarkan di area konservasi laut Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Lobster tersebut berasal dari Lombok, oleh pengepul sedianya akan dijual ke Surabaya, namun aksi itu berhasil digagalkan Kepolisian Resor Banyuwangi ketika transit di Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi.

Kepada awak media, KBO Reskrim Polres Banyuwangi Iptu Hadi Waluyo mengatakan tersangka pelaku penyelundupan dua orang, yakni S dari Bali dan Z warga Muncar Banyuwangi.

Sebanyak 10 ribu ekor bibit lobster jenis pasir di pasar gelap dihargai Rp 5 ribu per ekor, sedangkan 582 ekor sisanya merupakan lobster jenis mutiara seharga Rp 13 ribu per ekor.

“Penangkapan dilakukan sekitar jam 1 siang. Pelaku kita amankan, dan lobster segara kita lepasliarkan untuk meminimalisir jumlah yang mati. Bibit lobster ini hasil tangkapan nelayan yang mereka beli,” kata Iptu Hadi, Sabtu (1/4/2017).

Sementara itu, Budhi Prihanta, Staff Teknis Kantor Karantina Ikan Wilayah Kerja Banyuwangi yang turut menjelaskan pihaknya memilih area konservasi Bangsring karena akan mendukung keamanan bibit lobster yang dilepasliarkan.

“Lobsternya kira-kira masih berusia 1 bulan. Kita pilih tempat yang menunjang keamanan, dimana ada karang-karang berongga sebagai tempat bersembunyi,” kata Budhi.

Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 tahun 2016 Menteri Kelautan dan Perikanan, lobster yang boleh ditangkap dan diperjualbelikan adalah lobster yang beratnya lebih dari 200 gram atau 2 ons.

 

 

 

SUMBER : TIMESindonesia.co.id