BKSDA Bengkulu Tingkatkan Pengawasan Perburuan Satwa Langka

Para pawang gajah Sumatera dari Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau berusaha menggiring gajah seekor sumatera yang tersesat di kawasan perkebunan, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi baru-baru ini. Gajah tersebut berhasil dievakuasi ke kawasan habitat gajah sumatera di hutan Taman nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), Kabupaten Tebo, Jambi. (Suara Pembaruan/Radesman Saragih)

 


Bengkulu – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, tingkatkan pengawasan terhadap aksi perburuan satwa langka di sejumlah kawasan hutan lindung dan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) yang ada di daerah ini.

“Kita terus menerus meningkatkan pengawasan terhadap aksi perburuan satwa langka di hutan lindung dan TNKS yang ada di wilayah Bengkulu. Ini dilakukan aksi perburuan satwa liar di Bengkulu, oleh oknum masyarakat disinyalir masih terus terjadi,” kata Kepala BKSDA Bengkulu, Abu Bakar, di Bengkulu, Rabu (26/4).

Ia mengatakan, indikasi perburuan satwa langka masih terjadi di hutan Bengkulu, sering ditemukan jerat harimau di kawasan hutan lindung dan TNKS yang ada di daerah ini.

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, ada harimau Sumatera yang terkena jerat masyarakat. Namun, raja hutan tersebut masih sempat diselamatkan karena cepat ketahuan oleh petugas BKSDA Bengkulu.

 

Seekor harimau yang di beri nama Panti keluar kandang dan berlari menuju alam bebas di habitnya di rimba raya Taman Nasional Bukit Barisan Bagian Selatan. (Istimewa)

Terkait dengan hal tersebut, BKSDA Bengkulu dan petugas TNKS setempat rutin menggelar patroli di kawasan hutan lindung dan TNKS yang ada di daerah ini sebagai langkah antisipasi aksi perburuan satwa langka di daerah ini.

Dengan demikian, kelestarian satwa langkah, seperti Harimau Sumatera, Badak Sumatera dan satwa lainnya yang ada di hutan Bengkulu, dapat terpelihara dengan baik dan terhindar dari ancaman kepunahan.

Abu Bakar menambahkan, dalam rangka melestarikan satwa langka yang ad di hutan Bengkulu, selain rutin menggelar patroli di hutan lindung dan TNKS yang menjadi habitat mereka juga memberikan sanksi tegas kepada masyarakat yang tertangkap melakukan perburuan satwa langka di daerah ini.

“Kita tidak akan memberikan ampun kepada masyarakat yang terbukti melakukan perburuan satwa langka, seperti harimau dan badak, serta satwa langka lainnya akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Sikap tegas ini, katanya untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat, sehingga mereka tidak berani mengulangi kasus yang sama di masa mendatang. Dengan demikian, keberadaan satwa langka di Bengkulu, dapat terjaga dengan baik, katanya.

Sementara itu, salah seorang aktivitas Walhi Bengkulu, Firmansyah memberikan apresiasi tinggi kepada BKSDA daerah ini yang aktif menggelar patroli di hutan guna mengantisipasi perburuan satwa langka oleh masyarakat tidak bertanggungjawab.

“Kita mengapreasiasi BKSDA Bengkulu yang gencar melakukan patroli di hutan guna mengantisipasi aksi perburuan satwa langka di daerah ini. Kita berharap upaya ini bisa menyelamatkan ancaman kepunahan berbagai jenis satwa langka yang ada di hutan Bengkulu, khusunya harimau dan badak Sumatera.”

“Sebab, populasi harimau Sumatera, badak Sumatera dan gajah Sumatera yang ada di Bengkulu, tidak banyak lagi, terutama harimau dan badak Sumatera, sehingga kedua jenis satwa dilindungi harus dijaga dengan baik agar populasinya tidak habis,” ujarnya.

 

 

 

SUMBER : Beritasatu.com