BPPH LHK Buru Pelaku Penjerat Harimau

No comment 242 views

PEKANBARU -Pihak Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (BPPH) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wilayah II Riau saat ini terus mengembangkan penyelidikannya siapa pawang atau pelaku penjerat harimau pasca tertangkapnya dua orang tersangka agen/pakang dalam jaringan perdagangan gelap kulit harimau Kamis (29/9/2016) yakni Ahyar  dan Eko.

Hal ini dijelaskan Kepala BPPH LHK Wilayah II Riau Eduward kepada Riau Pos.Co di kantornya di Riau Jalan HR Soebrantas Km 9 Panam Pekanbaru, Kamis malam (29/9/2016).

Diakui Eduward pihaknya hanya menangkap dua tersangka yang diduga perantara yakni Ahyar dan Eko. Sementara pelaku di lapangan/penjerat harimau sedang diselidiki dan masih diburu. Eduward juga menjelaskan operasi ini hanya sampai kepada tangan perantara sedang pembeli di Jakarta tak sempat diungkap karena barang bukti kulit harimau itu ditangkap dari tangan kedua tersangka Ahyar dan Eko.

Seperti diberitakan Riau Pos.co sebelum petugas intel dan Satuan Polisi Reaksi Cepat (SPORC) (BPPH) LHK Wilayah II Provinsi Riau berhasil mengungkap dan menggagalkan perdagangan gelap kulit harimau Sumatera di Desa Batang Gangsal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau Kamis siang (29/9/2016).

Menurut Kepala BPPH LHK Wilayah II Riau Eduward kepada wartawan di kantornya di Pekanbaru Kamis malam (29/9/2016) menjelaskan pihak intelnya sudah dua pekan belakangan ini sudah mengendus dan mengintai jaringan perdagangan gelap kulit harimau Sumatera tersebut. ” Anda lihat sendiri, bantalan telapak kaki harimau ini sudah keras dan besar Saya perkirakan ini harimau dewasa. Tak tahu apakah ini jantan atau betina sedang kami selidiki,” ujar Eduward.

Dan Kamis siang (29/8/2016) sekitar pukul 13.30 WIB di Desa Batang Gangsal itu berhasil ditangkap dua orang masing-masing Ahyar dan Eko yang sedang membawa kulit harimau segar yang baru dikupak tulang-belulangnya dan kulitnya ini disimpan dalam bungkusan plastik asoi besar berwarna biru. Saat petugas membuka plastik ini di teras depan kantor BPPH LHK Wilayah II Riau menyebar bau busuk dari kulit harimau itu. Air yang menetes dari kulit harimau yang ada dalam plastik asoi itu mengeluarkan bau bangkai dan sejumlah wartawan mual dan nyaris muntah-muntah. Karena liputannya menarik, kendati wartawan nyaris muntah, namun mereka terus saja tertarik dan penasaran meliputnya.

harimau

 

SUMBER : Riaupos