Cara Sadis Perburuan Harimau Sumatera Dengan Jerat Kawat

Deretan jerat yang berhasil diamankan BKSDA Jambi beberapa waktu lalu. (Liputan6.com/B Santoso)

Jambi – Entah mengaum atau mengerang. Meski sudah diamankan dalam kandang mirip penjara, suara sang penguasa rimba, harimau Sumatera, tetap bikin kaget sekaligus merinding.

Terbaring dan tampak lesu, sorot matanya terlihat berbeda dengan harimau kebanyakan yang biasa tinggal di kebun binatang.

Begitulah sekelumit gambaran seekor harimau Sumatera yang berhasil diselamatkan dari jerat harimau sekitar 2014 lalu. Hewan buas itu masih sedikit beruntung, kaki bagian depan sebelah kanan yang terluka akibat jeratan tak sampai merenggut nyawanya.

Hanya saja, sang harimau terpaksa dibawa petugas Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi untuk diobati sebelum dikembalikan ke habitatnya.

Bagi orang biasa, baru mendengar suaranya saja sudah takut. Tapi itu sepertinya tidak berlaku bagi kawanan pemburu harimau. Lebatnya hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) atau cerita tentang ganasnya harimau Sumatera tak membuat para pemburu ciut nyali menangkap sang penguasa hutan itu.

Salah satu cara yang paling sering ditemui adalah dengan memasang jerat. Petugas BKSDA masih kerap menemukan berbagai macam jerat. Mulai dari kawat seling hingga jerat listrik.

Salah satu pemerhati harimau dari Forum Harimau Kita, Yoan Dinata menyebutkan, selama kurun waktu tiga tahun terakhir ditemukan 391 jerat harimau di kawasan TNKS. Jumlah itu bisa saja bertambah mengingat di Jambi, habitat harimau juga ada di kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) maupun Taman Nasional Berbak.

Menurut Yoan hampir di seluruh habitat harimau di Jambi rawan akan jerat yang dipasang pemburu. Apalagi yang ada di daerah-daerah perbatasan atau wilayah hutan yang berbatasan dengan areal lain seperti kawasan konservasi.

“Itu kan harimau juga bermain keluar kawasan konservasi, di situ rawan diburu,” ujar Yoan, Minggu (6/8/2017).

Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah III BKSDA Jambi, Suratman mengakui masih banyak ditemukan jerat harimau. Salah satunya di Taman Nasional Berbak.

Menurut dia, jerat yang ditemukan terbilang masih tradisional. Namun ada juga yang sudah sedikit modern, yakni dengan menggunakan tegangan listrik atau disetrum.

Jika ada harimau yang menginjak jerat tersebut, maka tubuhnya akan tersentak ke atas dan tergantung terikat jerat tali. Tak hanya harimau, satwa lain juga bisa terkena jerat itu.

“Bahkan jika tak waspada petugas pun bisa kena. Makanya dalam pembersihan jerat harus hati-hati,” ujar Suratman, akhir Juli 2017 lalu.

Mirisnya, satwa yang terkena jerat tersebut dipastikan akan mati. Ini karena kuatnya jerat ketika mendapatkan mangsa. Bahkan, Suratman mengaku pernah mendapati seekor harimau yang sudah mati membusuk dan tergantung tali jerat.

“Kasihan dan miris melihatnya. Pernah saya melihat itu (harimau terkena jerat) beberapa tahun lalu,” Suratman memungkasi.

 

 

 

SUMBER : LIPUTAN6.COM