Expo Aksis 2017, Tampilkan Hasil Program Konservasi Hutan Tropis Indonesia

Sumber : Google, Instagram Flyer

Medan- Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi membuka kegiatan Expo Aksis 2017 di Lapangan Merdeka Medan, Senin (20/11/2017). Kegiatan ini merupakan program konservasi hutan tropis Indonesia yang merupakan kerjasama Amerika Serikat – Indonesia untuk melindungi dan menjaga hutan tropis sebagai paru- paru dunia.

Pembukaan Expo Aksis ini juga dihadiri kedutaan besar konsulat Amerika Serikat untuk Indonesia Mr.Juhap Salin,Ir.Wiranto msc selaku dirjen kementrian lingkungan hidup dan kehutanan, serta LSM dan aktivis pecinta alam dan lingkungan hidup lainnya.

Kegiatan ini dirancang oleh yayasan KEHATI (Keanekaragaman Hayati Indonesia)yang bekerja sama dengan Leuser Conservation Partnership untuk program TFCA sumatera yang menghabiskan total anggaran USD 30 juta yang mana merupakan alokasi pengalihan utang Indonesia untuk Amerika Serikat pada lingkungan.

“Expo Aksis merupakan aksi ajang menampilkan hasil kerja dilapangan mitra-mitra kehati untuk program konservasi hutan tropis Indonesia yang diharapkan untuk peningkatan kelestarian hayati dan ekosistem serta SDM yang ada didalam maupun sekitar daerah hutan konservasi.”ujar direktur eksekutif yayasan keanekaragaman hayati Indonesia (KEHATI),M.S. Sembiring saat memberikan laporannya.

“Dari program ini telah menunjukkan hasil nyata dari konservasi yang telah dilaksanakan 5 tahun untuk pelestarian hayati dan ekosistem yang ada di kawasan konservasi yang dapat mensejahterakan SDM didalam maupun sekitar area konservasi hutan, “ujar Gubsu Tengku Erry Nuradi m.si pada pembukaan acara expo Aksis 2017 dimedan.

“Untuk program konservasi hutan tropis indonesia,Amerika serikat mengapresiasi kemitraan kerjasama dengan Indonesia untuk melindungi salah satu ekosistem yang paling unik di Indonesia dan hutan tropis sumatera Indonesia sebagai paru-paru dunia.”ujar Mr.juhap salin konsulat kedutaan besar Amerika untuk Indonesia di Sumatera dalam pidatonya di pembukaan expo Aksis 2017.

“Untuk konservasi yang dibarengi pemanfaatan lingkungan bisa berjalan lebih harmoni mulai dr pemerintah daerah maupun aktivis-aktivis dan LSM pecinta alam dan lingkungan hidup untuk masalah-masalah yang timbul dilapangan seperti pembalakan liar dan pemburuan liar,karena ada sekitar 3000 ha hutan tropis yang ada di Sumatera Indonesia hilang setiap tahunnya”.ujar manager data base untuk forum konsulat riset pada kawasan hutan Lauser ibnu Hasyim. (rasio/fajri)

 

SUMBER: Rasionews.com