Ini yang Sebabkan Populasi Orangutan Menurun Tajam

BBKSDA Sumut dan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser bekerjasama dengan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Center (YOSL-OIC) dan SOCP melakukan pelepasliaran seekor Orangutan yang telah menjalani perawatan karantina selama dua bulan akibat konflik dengan manusia di daerah perkebunan. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

 


Populasi orangutan di pulau Kalimantan telah menyusut seperempat dalam satu dekade terakhir. Analisis pertama tren populasi orangutan jangka panjang menunjukkan penurunan yang mengkhawatirkan.

Tim peneliti internasional menggunakan kombinasi survei helikopter dan darat, wawancaradengan masyarakat setempat, dan teknik pemodelan untuk menggambar perubahan selama sepuluh tahun terakhir kondisi orang utan.

Temuan baru tersebut, kata tim tersebut seperti dilansir Daily Mail dalam sebuah pernyataan, adalah ‘imbauan untuk masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan orangutan.’

Setiap tahun, sekitar 30-40 juta dolar Amerika dihabiskan di kawasan ini untuk menghentikan penurunan margasatwa.

“Studi ini menunjukkan bahwa dana tersebut tidak digunakan secara efektif,” kata tim tersebut. Ancaman terbesar bagi orangutan adalah hilangnya habitat akibat pertanian dan perubahan iklim, serta pembunuhan orangutan untuk makanan atau karena bertentangan dengan manusia.
Penliti mengatakan setidaknya 2.500 orangutan dibunuh di Kalimantan setiap tahun. Studi ini tidak memberikan jumlah populasi secara pasti, namun perkiraan individu per 100 kilometer persegi hutan turun dari sekitar 15 pada periode 1997-2002 menjadi sekitar 10 di tahun 2009-2015.

“Spesies ini diperkirakan telah menurun pada tingkat yang mengkhawatirkan 25 persen selama 10 tahun terakhir,” para peneliti menyimpulkan.

Saat ini, 10.000 orangutan tinggal di daerah yang diperuntukkan bagi produksi kelapa sawit, kata rekan penulis studi Erik Meijaard dari University of Queensland.

 

 

 

SUMBER : ARAH.COM