Intan Setia, Masa Depan Gajah Sumatera di CRU Trumon

Intan Setia, anak gajah sumatera yang lahir 16 Maret 2017 di Conservation Response Unit (CRU) Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh. Foto: Junaidi Hanafiah

Intan Setia, anak gajah sumatera yang lahir pada 16 Maret 2017 di Conservation Response Unit (CRU) Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, telah berumur dua bulan. Anak gajah betina yang lahir dari perkawinan Siska dan Meutuah itu sedang lincah-lincahnya bermain dengan induknya.

Beberapa jam setelah Intan Setia lahir, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, kelahiran anak gajah di CRU Trumon merupakan hadiah sangat bermakna bagi dunia konservasi Indonesia.

“Ini hadiah terindah, terlebih gajah yang beratnya sekitar 80 kilogram itu lahir tepat saat peringatan Hari Bakti Rimbawan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta juga sangat bahagia. Terima kasih Rusdi, Koko, dan mahout lainnya yang telah merawat gajah-gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) dengan baik,” puji Sapto.

Hari Bakti Rimbawan merupakan hari lahirnya Departemen Kehutanan pada 16 Maret 1983. Saat itu, Presiden Soeharto dalam pidato pembentukan Kabinet Pembangunan IV memecah Departemen Pertanian yang sebelumnya mengurus kehutanan. Departemen Kehutanan akhirnya berdiri sendiri.

 

 

Intan Setia adalah masa depannya gajah sumatera. Saat ini usianya menginjak dua bulan. Foto atas dan bawah: Junaidi Hanafiah

 

Ramaliyadi, mahout yang mengurus induk dan bayi gajah tersebut mengatakan, saat ini Intan Setia dan Siska (36 tahun) cukup sehat. Intan masih menyusu dan cukup aktif bergerak, belajar mencabut rumput untuk dimakan.

“Tapi kami khawatir dengan makanan untuk induknya. Saat ini, pakan gajah hanya ditanggung oleh Forum Konservasi Leuser (FKL), sementara lembaga lain belum ada yang membantu.”

Ramaliyadi menyebutkan, jika asupan makanan dan gizi untuk induk gajah tidak banyak, akan berpengaruh terhadap kebutuhan asinya Intan. “Siska tidak bisa diikat di tempat yang banyak makanan karena lokasinya jauh dari CRU. Kami khawatir dengan keselamatan anaknya.”

 

 

Kelahiran Intan Setia pada 16 Maret 2017 merupakan kado terindah bagi dunia konservasi di Indonesia. Foto atas dan bawah: Junaidi Hanafiah

 

Manager Konservasi Forum Konservasi Leuser (FKL), Rudi Putra menuturkan, sejak CRU Trumon yang terletak di Koridor Alam Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, tidak ada yang membantu, FKL berusaha keras menjaga agar CRU tersebut tidak tutup.

Keberadaan CRU ini sangat penting karena koridor alam Trumon menghubungkan lembah Bengkung yang merupakan hutan tropis pegunungan di bagian utara dengan Suaka Margasatwa Rawa Singkil di bagian selatan.

“Kami membantu biaya operasional CRU, baik itu biaya makan tim CRU, termasuk pakan gajah. Kami juga membantu membangun kandang untuk induk dan anak gajah tersebut, tapi bantuan dari kami sangat terbatas. Kami tidak punya biaya khusus untuk mengelola CRU,” ujarnya Sabtu, 13 Mei 2017.

Rudi mengatakan, FKL membantu biaya operasional CRU Trumon hanya saat darurat, juga menjaga agar CRU tersebut tetap berkegiatan. “Dunia konservasi di Aceh akan sangat malu jika CRU tutup karena tidak ada biaya operasional,” ujarnya.

 

 

CRU Trumon, Aceh Selatan, tempat Intan Setia bersama induk dan gajah sumatera lainnya hidup adalah hal penting untuk kita perhatikan. CRU ini merupakan koridor alam Trumon. Foto: Junadi Hanafiah

 

Koordinator USAID Lestari Provinsi Aceh, Ivan Krisna mengatakan, USAID Lestari yang bekerja di Provinsi Aceh, Kalimantan Tengah, dan Papua hingga tahun 2020 mendatang, akan membantu CRU Trumon.

“Saat ini kita sedang mempersiapkan konsep rencana pengelolaan CRU Trumon, nantinya program ini akan kita berikan pengelolaannya kepada lembaga lain atau subkontrak. Sementara keuangannya, berasal dari USAID Lestari,” tuturnya.

Ivan Krisna menambahkan, kemungkinan pengelolaan CRU Trumon baru bisa dikerjakan setelah September 2017. Sementara untuk membantu hingga subkontrak selesai, USAID Lestari mulai Mei – September 2017, akan mengelola sendiri melalui program implementasi langsung.

“Rencananya, bantuan akan diberikan minggu pertama Mei 2017, tapi tertunda karena ada kendala. Namun, telah diputuskan, pengelolaan melalui implementasi langsung dilakukan Mei ini,” tandasnya.

 

 

SUMBER : Mongabay.co.id