Kawanan Gajah Rusak Kebun dan Sawah

No comment 197 views

SIGLI – Kawanan gajah liar yang berjumlah sekitar 30-an ekor, kembali merusak tanaman kebun dan sawah warga di kawasan Kareung Ampa Dua, Glee Barat, Gampong Jijiem, Kecamatan Keumala, Pidie. Puluhan satwa dilindungi itu telah dua minggu bertahan di pegunungan tersebut, dan menyantap tanaman produktif di kebun-kebun yang berada di kawasan itu.

Tanaman produktif di kebun warga seperti durian, pinang, kelapa, pisang, dan kakao menjadi santapannya. Warga pun tak bisa memetik hasil dan mendesak pemerintah tidak membiarkan kondisi ini, karena banyak keluarga di kawasan ini yang pendapatannya bergantung pada hasil kebun.

Ketua Kelompok Tani Kareung Ampa Dua, Rusli (43), Kamis (29/12) mengatakan, gerombolan gajah liar itu diperkirakan berjumlah 35 ekor, dipergoki warga saat melintas di jalan menuju kawasan kebun. Warga yang melihat iringan gajah liar itu terpaksa mengurungkan niatnya pergi ke kebun.

“Kalau kawanan gajar liar berkeliaran di kebun, warga tidak berani lagi ke kebun karena takut akan diamuk gajah,” kata Rusli dibenarkan petani lainnya.

Rusli mengatakan, selain merusak tanaman kebun di Jijiem, gajah juga mengubrak-abrik bibit padi yang disemai di sawah milik M Nur di Gampong Cot Seutui, Keumala. Kini, sejumlah petani juga takut ke sawah karena kawanan gajah masih berkeliaran di lokasi itu.

Warga telah melaporkan kehadiran kawanan gajah liar kepada Camat Keumala, tapi belum ada tindakan nyata di lapangan. Jadwal tanam padi pun akan terganggu dengan kehadiran kawanan gajah tersebut.

“Kami berharap pemerintah cepat merespon gangguan gajah liar ini. Jangan sampai warga mengambil tindakan yang dilarang pemerintah. Karena mengusir gajah dengan mercon dilakukan selama ini ternyata tidak efektif,” jelasnya.

 

Surati BKSDA
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pidie, Syarkawi MSi yang dihubungi Serambi, kemarin, mengatakan bahwa pihaknya akan menyurati kembali BKSDA untuk mengirim gajah jinak ke Pidie supaya bisa menggiring gajah liar tersebut ke habitatnya.

Ia mengatakan, gajah liar itu kembali ke kebun warga, lantaran banyak tanaman yang disukai binatang itu.

“Kami akan menghalau gajah itu dengan mercon, dan minta bantuan gajah jinak dari CRU Mane, karena tidak ada cara lain dalam mengusir gajah liar tersebut,” katanya.

 

 

SUMBER : Serambi indonesia