Kawasan Hutan Dirambah, Sekelompok Rusa Turun Ke Perkampungan Warga

Ilustrasi. [Foto Istimewa]

TAPAKTUAN – Masyarakat Gampong Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan dihebohkan dengan kawanan Rusa yang kerap turun ke perkampungan penduduk setempat.

Keberadaan hewan langka yang dilindungi itu, menarik perhatian warga setempat karena binatang yang dikenal cukup susah ditangkap itu selama ini hidup di hutan belantara, tapi tak diduga sekarang ini sudah sering turun ke perkampungan penduduk.

Salah seorang petani Gampong Jambo Papeun Harun (40) mengatakan, keberadaan kawanan rusa sering di kawasan gunung dekat perkampungan penduduk sejak kawasan hutan belantara daerah itu sudah banyak dirambah manusia.

“Di atas sana (hutan belantara) sudah ramai orang datang. Baik orang yang mencari burung, rotan, kayu arit, membuka tambang emas, tebang kayu hingga membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA),” kata Harun kepada wartawan di Jambo Papeun, Minggu (14/5/2017).

Semenjak kawasan hutan belantara bahkan sampai ke Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) itu sudah banyak dirambah oleh manusia, menurutnya, secara otomatis mengganggu habitat Rusa di daerah itu.

“Hal ini bisa jadi lebih kepada faktor ketersediaan makanan. Buktinya demi untuk mendapatkan makanan masyarakat pernah menjumpai rusa dibelakang rumahnya. Selain dilihat secara langsung dengan mata, bukti keberadaan rusa di dekat perkampungan penduduk juga bisa dilihat dari bekas tapak (jejak) kaki,” sebutnya.

Karena keberadaan kawanan rusa tersebut sudah mudah dijumpai, kalangan masyarakat setempat sudah mulai menangkapnya dengan cara memasang perangkap.

Menurut keterangan Harun, terhitung sejak beberapa bulan terakhir saja, masyarakat Jambo Papeun sudah berhasil menangkap beberapa ekor rusa yang umurnya rata-rata sudah bertanduk cabang empat.

“Kalau saya sendiri sejauh ini baru satu ekor berhasil saya tangkap. Tapi kalau masyarakat yang lain sudah banyak karena keberadaan rusa pun sering turun ke perkampungan penduduk. Kecuali khusus terhadap satu ekor rusa berbadan besar yang selalu dikawal oleh harimau itu sangat sulit ditangkap bahkan dipastikan tidak bisa karena sudah pernah kena perangkap tapi putus meskipun perangkap menggunakan kabel ukuran besar,” ungkapnya.

Untuk rusa yang umurnya sudah bertanduk cabang empat, kata dia, bisa dijual oleh masyarakat setempat seharga antara Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta. Penjualan itu bisa dengan cara di encer kepada konsumen dalam Kecamatan Meukek namun ada juga dibawa secara khusus ke Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya.

 

 

SUMBER : GoAceh.co