Kawasan Hutan Sipiso Piso Terbakar

No comment 289 views

Kebakaran hebat terjadi di hutan lindung Sipiso Piso, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Minggu (21/8/16). Hingga Senin sore, kebakaran belum bisa dipadamkan. Api meluas membakar hutan yang jadi obyek wisata panorama puncak Gunung Sipiso Piso, ini.

Penyebab pasti kebakaran belum diketahui, tetapi menurut sejumlah saksi, api pertama kali muncul dari hutan Simalungun. Karena angin cukup kencang menghembus, ditambah rumput ilalang tebal kering, membuat api cepat menyebar luas ke kawasan lain.

Data Kodim 0205-TK, menyebutkan, setidaknya 200 hektar lebih hutan Sipiso Piso dilalap si jago merah.

Guna memadamkan api, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo bersama TNI, Polri dan relawan masyarakat Karo menolak pembakaran hutan, bahu membahu memadamkan api.

Sayangnya, medan terjal dan sulit dilalui kendaraan pemadam kebakaran, membuat petugas tak bisa berbuat banyak. Mobil pemadam tak bisa masuk ke kawasan kebakaran, hingga proses pemadaman manual dengan menggunakan bahan basah.

Letkol Inf Agus Tatius Sitepu, Komandan Kodim 0205-TK mengatakan,  fokus utama tim gabungan memadamkan api agar tak meluas ke kawasan lain. Kalau tak antisipasi, bukan tak mungkin menjalar hingga ke perkampungan atau desa dekat hutan.

Menurut dia, upaya tim gabungan dengan membuat lorong-lorong menghalangi pergerakan api yang terhembus angin kencang ditambah udara panas dua hari terakhir. Dia berharap, lorong bisa memutus mata rantai penyebaran api.

 

Api terus meluas, karena kemarau dibarengi angin kencang. Foto: Ayat S Karokaro

Api terus meluas, karena kemarau dibarengi angin kencang. Foto: Ayat S Karokaro

 

Hingga Senin sore (22/8/16), tim gabungan terus memadamkan api. Mereka membawa air dalam ember secara manual.

Asap tebal menyelimuti Kota Simbahe, Karo. Dari sisi timur, Gunung Sinabung– yang terus erupsi—juga tampak mengepul dari kebakaran hutan Sipiso Piso.

Terkelin Sembiring Brahmana, Bupati Karo, bersama aparatur terkait saat melihat kondisi kebakaran hutan mengatakan, perhitungan terakhir diperkirakan ada 160 hektar hutan terbakar.

Kebakaran, katanya, bermula dari hutan di Simalungun, kabupaten yang tiga hari terakhir ini didatangi Presiden Joko Widodo. Pada Minggu malam, api kebakaran hutan Simalungun merambat ke Karo dan meluas hingga ke hutan Sipiso Piso.

Bupati tampak memimpin langsung proses pemadaman api.

 

api3-Dari jarak 1 Km dari Kabupaten Karo kobaran api kebakaran hutan Sipiso Piso terlihat jelas (Ayat S Karokaro)Dari jarak satu Km dari Kabupaten Karo, kobaran api kebakaran hutan Sipiso Piso terlihat jelas. Foto: Ayat S Karokaro

 

 

Kebakaran di Sumatera dan Kalimantan

Sejak bulan lalu, ratusan titik api mulai bermunculan di Sumatera, Kalimantan, bahkan Papua. Pemadaman api dilakukan manual, maupun teknologi modifikasi cuaca (TMC) dan bom air (water boombing).

Akhir pekan lalu dari Simalungun, Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengatakan, sudah berkoordinasi dengan para kapolda.

“Harapan saya, pelaku pembakaran termasuk pemilik lahan atau pemodal yang sengaja membakar, harus dikejar dan diproses sesuai aturan hukum berlaku,” katanya, dalam rilis kepada media.

Berdasarkan pantauan satelit NOAA, hotspot seluruh Indonesia periode 1 Januari-18 Agustus 2016 ada 1.950 titik. Periode sama 2015, titik api 6.595 titik. Terjadi penurunan hotspot 70,43%.

Berdasarkan pantauan satelit Terra/Aqua, periode sama 2015 terdapat 8.204 titik api. Tahun ini, 2.544 titik atau turun 68,99%.  Sumber titik api, katanya, banyak di tanah mineral (58%), sisanya gambut (42%).

Titik api paling banyak terpantau di luar moratorium 63%, moratorium 27%. Untuk sebaran hotspot, 99% di luar konservasi. Dengan sebaran hotspot tertinggi di lahan non konsesi (alokasi penggunaan lain/APL) 59%.

Khusus di Riau, titik api turun drastis dibandingkan periode sama tahun lalu. Berdasarkan pantauan Satelit NOAA ada 1.208 titik panas pada 2015, turun menjadi 297 titik atau 75,41%.

Berdasarkan pantauan TERRA, titik api di Riau 2016, tercatat 499 titik. Periode sama 2015, titik api pernah 1.537.

api4-Kawasan hutan Sipiso Piso Karo dipenuhi ilalang kering menyebabkan api terus membesar dan meluas (Ayat S Karokaro)Kawasan hutan Sipiso Piso, Karo banyak ilalang kering hingga api terus membesar dan meluas. Foto: Ayat S Karokaro

Siti mengatakan, terus berkoordinasi dengan Kapolri, Gubernur Riau dan Kalimantan Barat guna mengoptimalkan penanganan karhutla.

Dia juga meminta jajaran UPT KLHK ikut membantu pencegahan dan penanggulangan karhutla.

“Bagi UPT yang tak responsif terhadap penanganan karhutla, akan diberi sanksi tegas, antara lain pemindahan tempat tugas sampai pencopotan jabatan,” ucap Siti.

Saat ini, Riau dan Kalimantan Barat berstatus siaga darurat pencegahan karhutla.

Posko Siaga Pengendalian Karhutla bertingkat mulai pusat hingga ke kabupaten/kota. Patroli terpadu bersama Manggala Agni, TNI, Polri dan masyarakat, dilakukan di 115 desa.

Gubernur Kalbar, Cornelis, mengajukan surat permintaan bantuan kepada BNPB helikopter water bombing, hujan buatan dan helikopter patroli pada (16/8/16).

Sutopo Purno Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, mengatakan, BNPB menyiapkan dua helikopter water bombing. BPPT menyiapkan pesawat terbang Casa TNI AU dan bahan semai untuk hujan buatan.

Dia mengatakan, keterbatasan pesawat terbang menyebabkan operasi hujan buatan seringkali terkendala. Untuk menjangkau wilayah Kalimantan yang luas, katanya,  perlu pesawat Hercules C-130. Pesawat ini mampu menjelajah luas dan membawa bahan semai delapan ton buat hujan buatan.

 

Pasukan TNI berjibaku berusaha memadamkan kebakaran hutan di Karo ini. Foto: Ayat S Karokaro

Pasukan TNI berjibaku berusaha memadamkan kebakaran hutan di Karo ini. Foto: Ayat S Karokaro

Kebakaran hutan Sipiso Piso, Kabupaten Karo sejak Minggu hingga Senin sore masih terus terjadi menyebabkan asap tebal. Foto: Ayat S Karokaro

Kebakaran hutan Sipiso Piso, Kabupaten Karo sejak Minggu hingga Senin sore masih terus terjadi menyebabkan asap tebal. Foto: Ayat S Karokaro

SUMBER : Mongabay.co.id