Masyarakat Diminta Ikut Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

ilustrasi kebakaran hutan

 


Sampit – Sekretaris Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Hero Harapano Manddauw meminta masyarakat daerah itu turut mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam mencegah karhutla di Kotawaringin Timur sebab tanpa mereka program yang direncanakan pemerintah daerah tidak akan dapat berjalan dengan baik,” katanya kepada wartawan di Sampit, Sabtu.

Hero mengungkapkan masyarakat juga diharapkan memiliki kesadaran yang tinggi akan bahaya dan dampak dari karhutla.

Dengan kesadaran itu, diharapkan masyarakat juga ikut mengawasi langsung karhutla di lapangan.

Menurut Hero, masyarakat lebih menguasai kondisi lapangan. Sehingga dengan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan diharapkan kejadian karhutla sekecil apapun bisa dengan cepat diatasi.

“Kami juga berharap masyarakat peduli dan mau melapor maupun melakukan pemadaman setiap melihat karhutla sebelum api membesar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Haji Asan Sampit Nur Setiawan mengatakan musim kemarau di Kabupaten Kotawaringin Timur diperkirakan tiba satu bulan lebih cepat dibanding kemarau tahun lalu sehingga perlu diwaspadai ancaman kebakaran hutan dan lahan di daerah tersebut.

“Dengan perkiraan ini diharapkan bisa menjadi bahan telaah bersama dalam mewaspadai kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Timur,” terangnya.

Lebih lanjut Nur mengatakan saat ini curah hujan di Kotawaringin Timur berkurang tetapi masih ada potensi hujan ringan hingga sedang. Namun mengingat tanah gambut di daerah itu sangat luas membuat potensi kebakaran cukup tinggi karena gambut sangat mudah kering dan terbakar saat kemarau.

Selama Februari titik panas di Kotawaringin Timur terbanyak di Kecamatan Antang Kalang yakni empat titik.

Kawasan Selatan diperkirakan akan mengalami kemarau lebih awal dibanding kawasan lainnya. Curah hujan di kawasan Utara juga mulai berkurang namun diprediksi masih aman.

“Kemarau di kawasan Selatan diperkirakan terjadi minggu ke tiga Juni, sedangkan kawasan lainnya kemarau awal Juli. Kategori kemarau itu kalau curah hujan kurang dari 60 milimeter dalam 30 hari,” kata Nur Setiawan.

Meski kemarau di Kotawaringin Timur terjadi minggu ke tiga Juni, namun kewaspadaan sudah harus ditingkatkan mulai awal Juni. Lahan yang kering akan mudah terbakar sehingga harus diwaspadai.

 

 

 

SUMBER : BERITASATU.COM