Menyaksikan pameran foto satwa di tengah hutan

1

Seorang anak berpakaian adat Dayak tengah berkunjung ke pameran foto “I am the forest” di dekat Palangkaraya.

Kerumunan anak belasan tahun berjalan perlahan di hutan Rungan Sari, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Mata mereka menjelajahi suasana sekeliling sembari sesekali diam terpaku menatap jajaran foto di kanan dan kiri jalan.

2

Otong, adalah seekor bayi orangutan, yang terancam dengan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Anak-anak itu sesungguhnya tengah menghadiri pameran foto di tengah hutan. Foto-foto tersebut menampilkan hewan memamah biak -mamalia, unggas, ular, dan serangga.

Lewat pameran seperti ini, anak-anak ini bisa saja menatap orang utan yang sedang bergelantungan di pohon seperti yang ada di foto. Atau, sebaliknya, orang utan di pohon dapat menyaksikan kerumunan anak yang asyik memperhatikan fotonya.

 

3 

Burung Frogmouth menatap ke arah para pengunjung pameran foto.

Para kurator pameran foto bertajuk “I am the forest” atau “saya adalah hutan” merupakan para karyawan dan pegiat dari PT Borneo Productions International, Borneo Nature Foundation dan Sekolah Bina Cita Utama

 

4 

Para pengunjung akan disuguhi foto-foto aneka satwa di sepanjang jalan.

Mereka ingin agar anak-anak ini melihat para penghuni hutan dan menangkap suara yang disampaikan satwa-satwa itu setahun setelah kebakaran hutan dan lahan melanda Kalimantan Tengah dan sejumlah kawasan di Indonesia pada 2015 lalu.

 

5 

Anak-anak sekolah diberi pengetahuan tentang dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap para satwa penghuni hutan.

“Kami dari BNF ingin memperlihatkan keanekaragaman hayati yang ada di Kalimantan Tengah. Mungkin sebagian dari anak-anak belum tahu apa yang ada di dalam alam Kalimantan mereka sendiri,” kata Riethma Yustiningtyas dari Borneo Nature Foundation.

 

6

Seorang berpakaian adat dengan latar belakang foto lahan gambut yang terbakar. Kebakaran lahan gambut yang tak terkendali bisa meluas berkilo-kilometer di bawah permukaan tanah mengakibatkan kabut asap yang mematikan.

Para pengunjung pun mendapatkan pengalaman yang tak biasa.

“Rasanya, wah indah sekali. Aku belum pernah datang dan mengalami yang seperti ini. Bisa menyadarkan orang lain bahwa kita tidak hidup sendirian, kita tidak hanya manusia saja tapi ada hewan, tumbuhan, dan lain-lain,” kata Rata, seorang mahasiswa dari Palangkaraya.

Pameran foto “I am the forest” resmi dibuka pada 2 Oktober.

 

SUMBER : BBC indonesia