Perang Gajah & Manusia di DAS Peusangan

No comment 13 views
Gajah Sumatera yang mati karena terluka. Foto dikutp dari Mongabay dan dipotret oleh Junaidi Hanafiah.

Banda Aceh – Sejak 2012 jumlah gajah yang mati di Aceh akibat dibunuh oleh manusia mencapai 50 ekor. World Wildlife Fund (WWF) Aceh Programme mencatat, pembunuhan terhadap satwa payung itu karena konflik lahan antara gajah dan manusia. Lima nyawa manusia telah melayang akibat kemelut yang tak berujung itu.

Kepada aceHTrend, Chik Rini, staf komunikasi WWF Aceh, Jumat (2/2/2018) menyebutkan, kecamuk konflik antara manusia dan gajah di Aceh karena pemusnahan koridor satwa yang dikonversi menjadi lahan perkebunan serta permukiman. Padahal, koridor atau jalur itu, merupakan jalan raya yang selalu digunakan oleh kawanan gajah untuk melintas sembari mencari makan demi penghidupan mereka dan generasi selanjutnya.

“Jadi kenapa masyarakat di Aceh konfliknya cukup tinggi dengan gajah, karena koridor wilayah pergerakan gajah berada dalam dua kawasan hutan konservasi. Hutan dikonversi menjadi lahan perusahaan baik itu sawit, maupun menjadi Hutan Tanaman Industri (HTI) atau kawasan budi daya masyarakat,” kata Chik Rini.

Mulai tahun 2012 WWF telah memberikan perhatian khusus untuk memfasilitasi mitigasi konflik gajah dengan manusia di Aceh. Karena konflik ini berkontribusi terhadap jalan menuju peningkatan kematian gajah di Aceh.

Menurutnya gajah yang mati di Aceh kebanyakan berada di lokasi perkebunan perusahaan dan di lahan masyarakat. Kematian bisa disebabkan karena diracun atau dibunuh dengan sengaja.

“Kami memandang perlunya perhatian khusus mencegah laju kepunahan gajah Sumatra yang memang sudah di ambang kepunahan. Bisa kita cegah dengan melakukan penangan konflik secara serius terutama di Aceh,” ujar Chik Rini.

Ia menambahkan tren peningkatan kematian gajah dan konflik itu semakin meningkat jika dilihat tren dari tahun ke tahun. Meskipun sempat turun tapi angka itu tetap naik lagi.

Dari bank data yang dikoleksi oleh WWF Aceh, hingga saat ini sejak 2012, gajah yang mati di Aceh karena berkonflik dengan manusia lebih dari 50 ekor. Baik karena diburu untuk diambil gading, perebutan lahan sehingga dipasang trap dan diracun.

Menurutnya angka tersebut seperti gunung es ,karena yang terpantau adalah gajah yang dilaporkan mati karena berhasil ditemukan. Karena banyak juga gajah yang mati tapi tidak terdeteksi tim pengawas.

Sementara itukorban dari pihak manusia sudah lebih dari lima orang meninggal dunia. Konflik terparah mamang itu ada di wilayah DAS Peusangan Aceh Teugah, Bener Meriah dan Bireuen.

“Itu cukup tinggi korban di pihak manusia karena di wilayah tersebut gajah hampir sebagian besar hidup di kawasan pemukiman masyarakat atau di lahan budi daya,” kata Chik Rini.

 

 

SUMBER : Acehtrend.co