Populasi Harimau Sumatera Terancam Punah, WWF Galang Dana Untuk Konservasi

Foto : Ilustrasi Harimau Sumatera

 


Masyarakat mungkin pernah melihat, sebuah stand-stand di pusat perbelanjaan mengatasnamakan World Wide Fund for Nature (WWF), yang memberikan edukasi seputar konservasi Harimau dan mengajak masyarakat yang tidak mampu terjun langsung ke lapangan, dapat membantu kelestarian Harimau dengan cara berpartisipasi pada program donasi konservasi.

Setelah dikonfirmasi pada Koordinator Kampanye Satwa World Wide Fund for Nature (WWF) Diah Sulistiyawati, ia menyatakan bahwa donasi publik dari WWF memang benar adanya. Mengingat Harimau Sumatera keberadaanya terancam punah dan membutuhkan biaya tinggi untuk melakukan konservasi, agar tidak menyusul kepunahan Harimau Jawa dan Bali.

“Memang ada public donation, untuk ajak masyarakat peduli. Sehingga yang tidak bisa langsung turun, tapi bisa donasi. Ada yang jangka per bulan dan per tahun,” ujar Diah saat ditemui dalam konferensi pers terkait Beruang Madu Kebun Binatang Bandung (KBB) di Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Diah juga menjelaskan, harimau dijadikan salah satu fokus WWF untuk konservasi, karena jumlahnya semakin tahun kian menurun, yakni hanya sekitar 300 ekor saja. “Tiap tahun menurun, mau jadi berapa kalau tidak dijaga, maka kami konservasi untuk selamatkan Harimau Sumatera,” kata Diah.

Dikutip dari laman WWF, Harimau  Sumatera (Phantera tigris sumatrae) adalah salah satu jenis harimau yang masih tersisa di dunia dengan jumlah populasi globalnya diperkirakan tak lebih dari 3871 individu. Di pulau Sumatera sendiri, besaran populasi Harimau Sumatera diperkirakan tersisa 371 individu yang tersebar dari Aceh sampai Lampung.

Ancaman semakin berkurangnya populasi Harimau Sumatera menuju kepunahan masih berlanjut, utamanya dengan terus berkurangnya dan terfragmentasinya habitat mereka di Pulau Sumatera.

Selain itu, Harimau Sumatera merupakan salah satu satwa yang permintaannya tinggi dalam perburuan dan perdagangan satwa ilegal.

WWF-Indonesia mencatat dalam kurun waktu tahun 2010 sampai 2014 terjadi kematian sejumlah 19 individu karena kematian alamiah, konflik dengan manusia maupun perburuan.

Untuk diketahui pula, Harimau memiliki peran penting sebagai predator tertinggi dalam ekosistem hutan untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan hutan tropis sehingga keberlangsungannya bisa terjamin. Konservasi harimau menjadi penting karena juga akan berdampak terhadap penyelamatan jenis-jenis satwa lainnya di hutan yang sama.

Secara khusus, WWF-Indonesia akan mendorong pembentukan unit Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) di kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling (SMBRBB) di Provinsi Riau. SMBRBB diketahui sebagai salah satu kantung populasi penting Harimau Sumatera dan beberapa satwa langka lainnya juga memiliki nilai penting bagi masyarakat salah satunya sebagai menara air di Bumi Lancang Kuning.

“Jadi public donation ini mengajak pemerintah dan masyarakat untuk peduli menyelamatkan Harimau Sumatera,” tukas Diah.

 

 

 

SUMBER : Netralnews.com