Video Monyet “Pangkas Rambut” Ini Sungguh Menyedihkan

Monyet ekor panjang mengintip dari balik atap rumah warga di Cikakak, Banyumas, Jateng. Foto: L Darmawan/Mongabay Indonesia

 


Anda mungkin pernah melihat video seekor monyet yang dicukur rambutnya. Begitu viralnya, video ini kemudian dijadikan ratusan meme yang tersebar tanpa batas di media sosial.

Di Indonesia, baik video aslinya maupun memenya, ditanggapi dengan heboh. Seolah, kejadian ini adalah sesuatu yang unik, lucu, dan mengagumkan. Video itu juga seolah menunjukkan, sang monyet ‘terlihat’ menikmati rambutnya dipangkas sembari terkantuk.

Meski hal ini seakan cerminan dari kecintaan sang majikan terhadap satwa, menganggap perlakuannya itu seperti manusia, namun sayangnya, yang terjadi sesungguhnya tak seperti yang terlihat.

Seorang peneliti primata bernama Stuart Watson dari Universitas St. Andrews di Skotlandia mengatakan, hampir dapat dipastikan monyet akan hidup bahagia sebagai monyet.

“Situasi seperti itu, bagi monyet bukanlah hal normal atau sesuatu yang dapat diterima” katanya, sebagaimana dikutip dari INVERSE.

“Saya tak bisa memastikan mengapa monyet itu terlihat tenang. Apakah karena mendapatkan obat penenang sebelumnya, ataukah dulunya sering disiksa dan dihukum karena menolak menuruti kemauan sang majikan. Atau mungkin, monyet memang menyukai disisir kepalanya. Kita juga tak bisa melihat apakah monyet itu diikat, karena badannya tertutup kostum cukur,” tambah Watson.

 

Banyak yang menganggap bahwa video dan meme-meme yang bertebaran di media sosial tersebut adalah sesuatu yang lucu. Padahal, ini sangat menyedihkan sekaligus mengecewakan, meskipun tidak mengejutkan.

Sejak lama, monyet telah menjadi hewan peliharaan manusia. Bahkan, tak jarang, kita sering melihat primata diperlakukan layaknya manusia, menjadi pembantu restoran, hidup di rumah manusia, dan diberi makan makanannya manusia. Pada kenyataannya, menurut Watson, mereka tak akan pernah berkembang di bawah peliharaan dan perawatan orang pada umumnya.

“Di luar habitat aslinya, monyet memerlukan tim perawat khusus dengan kualifikasi yang baik, dan juga sumber daya lain yang bisa ditemukan di kebun binatang yang bereputasi baik. Tujuannya, agar kondisi fisik dan psikologis satwa cerdas dan suka sosialisasi ini tetap sehat luar dalam,” jelas Watson.

 

Kukang jawa (Nycticebus javanicus), merupakan primatan endemik Indonesia yang keberadaannya semakin terancam akibat diburu untuk diperdagangkan maupun dijadikan satwa peliharaan. Foto: Donny Iqbal/Mongabay Indonesia

 

Meski terlihat terawat baik, namun monyet di dalam video tersebut kemungkinan besar tidak hidup sesuai kondisi sebagaimana seharunya. “Sebagai hewan peliharaan, menurut saya dia memang mendapatkan perawatan yang baik, namun itu artinya dia mendapatkan abuse sepanjang hidupnya” jelas Watson.

Meskipun tidak ada larangan melihat video pendek itu, tapi hal penting patut kita sadari adalah adanya hubungan antara video viral ini dengan naiknya tingkat perdagangan satwa ilegal.

 

 

Tahun 2013, ada juga video kukang yang sangat viral di Youtube. Sekelompok peneliti yang tergabung dalam PLoS One menyatakan, dari ribuan komentar yang ada tak satupun menyebutkan bahwa satwa itu dilindungi dan terancam punah.

Video tersebut ditonton ratusan juta orang di seluruh dunia, yang kemungkinan sebagian dari mereka tak pernah mengetahui tentang satwa tersebut, dan bisa dijadikan peliharaan. “Bayangkan dampaknya, ketika masyarakat ini ingin menjadikan kukang sebagai satwa peliharaan juga,” tegas peneliti di Plos Oneitu.

 

 

 

SUMBER : MONGABAY.CO.ID