Warga Jepang Selundupkan Ratusan Satwa Langka

No comment 70 views
Ular langka yang salah satunya ingin diselundupkan ke Jelang oleh LN. Foto/Ilustrasi/Istimewa

TANGERANG – Seorang pria warga negara Jepang tertangkap tangan hendak menyelundupkan 253 ekor satwa langka dari Indonesia. Ratusan satwa itu ingin dibawa ke negara asalnya untuk dikembang dibiakkan.

Penyelundupan satwa langka atau apendik satu oleh pria berinisial LN itu, digagalkan petugas Balai Besar Karantina Pertanian Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten.

Saat ini, hewan-hewan itu telah diamankan oleh Balai Besar Karantina Pertanian Bandara Soetta. Dalam aksinya, hewan-hewan malang itu disembunyikan dalam bungkusan kain dan plastik.

Kepala Bidang (Kabid) Penindakan dan Pengawasan Balai Besar Karantina Pertanian Bandara Soetta Ridwan Alaydrus menjelaskan, hewan-hewan itu disembunyikan di dalam dua koper besar milik LN.

“Koper itu dibawa seorang diri,” kata Ridwan Alaydrus di Balai Besar Karantina Pertanian Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (16/5/2017).

Penyelundupan satwa dilindungi itu mulai terbongkar setelah petugas aviation security (Avsec) dan Balai Besar Karantina Pertanian Bandara Soetta mencurigai tampilan layar monitor X-Ray di Terminal 3 Bandara Soetta.

“Petugas mencurigai tampilan layar monitor X-Ray, lalu melakukan pemeriksaan mendalam terhadap dua koper tersangka. Hasilnya, ditemukan berbagai jenis satwa,” kata Ridwan.

Selanjutnya, tersangka LN dimintai keterangan oleh petugas Karantina Soetta, dan pemeriksaan dokumennya, seperti passport, tiket penerbangan, dan boarding pass.

“Pelaku mengawali penerbangan dari Bandara Kualanamo, Medan, menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA193, dan transit di Bandara Soetta,” sambungnya.

Dari Bandara Soetta, tersangka akan melanjutkan kembali penerbangan dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA874 dengan tujuan akhir Haneda, Jepang.

“Pemeriksaan dokumen menunjukkan bahwa semua satwa itu tidak dilengkapi dengan health certificate dari Karantina Pertanian,” terangnya.

Dari 253 satwa yang diamankan, empat di antaranya mati. Terdiri dari 33 ekor ular piton darah atau blood python. 32 hidup, satu ditemukan telah mati.

Kemudian ada 19 ekor ular coklat kecil, chondropython apendik satu sebanyak tiga ekor, dan ular kaki empat sebanyak 10 ekor. Selanjutnya ada empat kadal Borneo apendik satu empat ekor.

Kadal Panana 42 ekor, satu mati. Kadal duri mata merah dari Irian 65 ekor. Biawak ukuran sedang 42 ekor, biawak ukuran kecil 27 ekor, dan kura-kura moncong babi apendik dua satu ekor, serta kura-kura bergerigi enam ekor.
SUMBER : SindoNews.com