Aceh Tandatangani Struktur Organisasi Unit Pengelola Kawasan Perlindungan Gajah di Aceh Jaya

BANDA ACEH  – Pengelolaan habitat gajah sumatera di Kabupaten Aceh Jaya memasuki tahapan lebih lanjut dengan ditandatanganinya struktur unit pengelola kawasan perlindungan gajah di Aceh Jaya yang disebut juga Sanctuary pada 9 Januari 2019 lalu. Penandatangan dilakukan oleh tiga pihak yaitu kepala BKSDA Aceh Sapto Adji Prabowo, Kepala KPH Wilayah Inayat Syah Putra dan direktur lembaga CRU Aceh, Wahdi Azmi.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji, Kepala KPH Wilayah I Aceh Inayat Syah Putra dan Direktur CRU Aceh, Wahdi Azmi menandatangani kesepakatan struktur organisasi untuk pengelola kawasan lindung gajah di Aceh Jaya (dok CRU Aceh)

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo menyatakan dalam keterangan tertulisnya bahwa, meskipun didera kompleksnya ragam masalah dan tantangan yang dihadapi terutama konflik satwa liar baik harimau maupun gajah yang terjadi di berbagai wilayah di Aceh, yang tentunya menuntut tindakan cepat dan responsif dari BKSDA, pihaknya tidak meninggalkan tahapan pekerjaan strategis yang dilakukan secara terencana seperti Struktur Organisasi Unit Pengelola Kawasan Perlindungan Gajah Aceh Jaya.

“Penandatangan struktur pengelolaan kawasan perlindungan habitat gajah di Aceh Jaya secara kolaboratif ini adalah sebuah antithesis dari diskursus yang terjadi di media publik saat ini yang mempertentangkan ruang kewenangan pemerintah pusat dan daerah dalam hal pengelolaan dan pelestarian sumber daya alam di Aceh.” Kata Sapto , Rabu (9/1)

Sapto memandang sejak dahulu secara konsisten BKSDA Aceh justru mendorong keterlibatan berbagai element pemerintah daerah bahkan di berbagai sektor untuk turut bersinergi dan bekerjasama secara aktif dalam mendukung upaya pelestarian sumber daya alam di Aceh.

“Program konservasi tidak dapat diselesaikan hanya oleh instansi di bawah sub sektor kehutanan saja. Diharapkan bahwa program kerjasama ini menjadi role model untuk semua kawasan habitat gajah utama lainya yang juga sekaligus menjadi habitat penting berbagai jenis satwa lair kunci yang hidup berasosiasi,” Ujarnya

READ  Foto: Indahnya Hutan Leuser dari Sungai Alas-Singkil

kepala KPH wilayah I, Inayat Syah Putra mengingatkan bahwa program yang dilakukan ini adalah program komprehensif dan multi tahap, dan telah berjalan antar waktu dan lintas kepemimpinan di KPH, “Event hari ini adalah wujud nyata bahwa komitmen yang kami sampaikan disini adalah komitmen kelembagaan pemerintah Aceh, bukan hanya komitmen saya sebagai kepala KPH wilayah I Aceh.” Tegas Inayat Syah Putra

Ia berharap pola kerjasama yang diterapkan dapat berjalan secara kolaboratif dalam mengelola kawasan perlindungan gajah yang berada dalam KPH wilayah I dengan bantuan BKSDA dan mitra seperti CRU Aceh serta komunitas ranger.

“Kita akan meng-upgrade kapasitas kelembagaan CRU Sampoiniet untuk dilengkapi unsur dari berbagai elemen baik KPH I, BKSDA, maupun dari CRU Aceh dan komunitas ranger Aceh sebagai mitra untuk dapat mengemban amanah dan mandat untuk secara aktif mengelola kawasan perlindungan gajah di Aceh Jaya.” Ujarnya

Sementara itu, Direktur CRU Aceh, Wahdi Azmi mengungkapkan beberapa program yang menjadi bagian dari program pengelolaan aktif kawasan perlindungan gajah ini meliputi pembangunan barrier yang terdiri dari dua model yaitu parit dan power fencing, melakukan patroli mitigasi konflik satwa, dan pemberdayaan warga sekitar habitat dengan kelengkapan program yang juga didukung oleh TFCA Sumatera.

Pada kesempatan ini parapihak terlibat juga juga sangat mengapresiasi dukungan dari Bupati Aceh Jaya yang menyambut baik dan memfasilitasi berbagai tahapan kegiatan yang dilakukan sejak awal. Replikasi program di Kabupaten berikutnya akan dimulai berdasarkan tingkat dukungan dari pemerintah kabupaten seperti yang diperoleh di Aceh Jaya ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enable Notifications    Ok No thanks