BKSDA Ajak Masyarakat Jaga Gajah Sumatera

Tim dokter dari BKSDA Aceh, bersama petugas dari intansi terkait melakukan olah TKP, dan nekropsi bangkai gajah di perkebunan sawit, Dusun Blang Gading, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peuruelak, Aceh Timur, Jumat (17/4/2020).

 


IDI – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dan satwa liar khususnya gajah Sumatera. Hal itu disampaikan oleh Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto SHut dalam siaran pers yang diterima Serambi, Minggu (19/4/2020).

BKSDA Aceh mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dan satwa khususnya satwa liar gajah Sumatera dengan cara tidak merusak hutan sebagai habitat berbagai jenis satwa, serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati. Selain itu tidak memasang jerat ataupun racun yang dapat menyebabkan kematian satwa liar yang dilindungi itu, karena dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di samping itu, beberapa aktivitas tersebut dapat menyebabkan konflik satwa liar khususnya gajah Sumatera dengan manusia, yang dapat berakibat kerugian secara ekonomi hingga korban jiwa baik bagi manusia ataupun keberlangsungan hidup satwa liar tersebut.

Agus Arianto mengatakan, berdasarkan data yang dikeluarkan The International Union for the Conservation of Nature (lUCN) Red List of Threatened Species, gajah satwa di Pulau Sumatera berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

Seperti yang diketahui, pada Jumat (17/4/2020) lalu, Tim dokter dari BKSDA Aceh bersama petugas dari intansi terkait melakukan olah TKP dan nekropsi bangkai gajah yang ditemukan di kawasan perkebunan sawit, Dusun Blang Gading, Desa Seumanah Jaya, Ranto Peuruelak, Aceh Timur.

READ  Rokan Hulu Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan

Selain itu pada 4 April 2020 lalu, juga ditemukan kerangka gajah betina di kawasan hutan di Dusun Krueng Baung, Desa Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur.

“Kami mengutuk keras apabila dari proses penanganan nantinya ditemukan bukti adanya unsur kesengajaan untuk membunuh satwa liar dilindungi ini,” ungkap Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto.

 

 

 

 

 

 

SUMBER : TRIBUN ACEH