BKSDA Telusuri Orangutan Terjebak di Areal Tambang Batubara di Kutai Timur

Orangutan terjebak di lokasi tambang batubara di Kutai Timur. ©2021 Istimewa
Orangutan terjebak di lokasi tambang batubara di Kutai Timur. ©2021 Istimewa

 

Merdeka.com – BKSDA Kalimantan Timur menelusuri beredarnya video Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) terjebak di areal tambang batubara di kabupaten Kutai Timur. Diduga lokasi tambang itu sebelumnya adalah habitat dia sebelum dibabat habis untuk kegiatan emas hitam.

Pengamatan merdeka.com video berdurasi 46 detik itu beredar sejak Sabtu (28/8). Dari video diterima, memperlihatkan Orangutan hanya duduk dan terdiam di tengah deru operasi mesin alat berat tambang batubara di sekitarnya.

“Iya kami ada lihat video itu juga di media sosial. Saya tugaskan teman-teman mengecek kebenarannya,” kata Kepala BKSDA Kalimantan Timur Ivan Yusfi, dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (1/9).

Ivan menerangkan, Orangutan itu memang berada di areal tambang batubara di kabupaten Kutai Timur. “Lokasi di Kutai Timur, tim ke Kutai Timur. Kita belum tahu tambang milik siapa ini,” ujar Ivan.

Melihat dari kondisi Orangutan itu, lanjut Ivan diperkirakan orangutan itu adalah Orangutan usia dewasa. Belajar dari pengalaman sebelumnya, ada dua kemungkinan sebab Orangutan berada di areal tambang batubara.

“Lokasi itu sebelumnya adalah habitatnya yang dibuka jadi tambang sehingga Orangutan itu kembali ke situ. Karena waktu penambangan, pasti dia pergi. Terganggu itu pasti,” terang Ivan.

“Karena di sekitar situ habitatnya, bolak balik saja ke lokasi itu. Kalau tersesat tidak mungkin ya. Misalnya ada blok-blok hutan sisa di sekitaran itu, Orangutan itu bergerak, akhirnya masuk ke tambang. Jadi dua kemungkinan itu ya,” tambah Ivan.

Ivan menerangkan juga, pergerakan dan keberadaan Orangutan itu dalam rangka mencari makan. “Cari makan iya tapi kan dia tidak dapat makanan di lokasi tambang. Apakah dia asli habitatnya di situ atau dari hutan lain yang tersisa, nanti akan diketahui dari penelusuran tim dan kondisi sekitarnya,” ungkap Ivan.

READ  3 Alasan Mengapa Perlu Menjaga Populasi Badak Sumatera Asli Indonesia

Masih disampaikan Ivan, tim BKSDA sudah bergerak tiga hari lalu. “Ini hari ketiga di lapangan (di Kutai Timur). Kami pastikan dulu itu di tambang batubara mana ya,” pungkas Ivan. [bal]

 

SUMBER: MERDEKA.COM

 

Enable Notifications    Ok No thanks