Ditangkap agar Tak Bahayakan Anak-anak, Kondisi Harimau Sumatra Ini Memprihatinkan

Ditangkap Agar Tidak Bahayakan Anak-Anak, Kondisi Harimau Sumatra Ini Memprihatinkan. liputan6.com ©2020 Merdeka.com

 

Seekor harimau sumatra berhasil ditangkap Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatra Utara di Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan pada Kamis (27/8) lalu.

“Kita khawatir anak-anak yang belajar secara online (di lintasan harimau) menjadi korbannya,” kata Kepala Seksi Wilayah V Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Hotmauli Sianturi pada Senin (31/8), dilansir dari Antara.

Pasalnya, selama pandemi COVID-19, anak sekolah khususnya di Kampung Tapus Godang dan Kampung Tapus Godang, Desa Tapus Sipagabu, Kecamatan Aek Bilah harus mencari sinyal hingga ke hutan-hutan demi bisa mengikuti sekolah online.

Mangsa Ternak Warga

Selain itu, harimau tersebut dikabarkan telah memangsa beberapa hewan ternak milik masyarakat khususnya di Desa Tapus Sipagabu selama beberapa pekan terakhir.

Bahkan lima ekor anjing peliharaan warga juga dimangsa oleh harimau tersebut.

 

 

Dilakukan Pemeriksaan Kesehatan

BBKSDA Sumut kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap harimau sumatra ini.

Hotmauli mengatakan, petugas telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap harimau tersebut antara lain, pengukuran berat badan, tinggi dan panjang badan, pemeriksaan gigi, pengambilan sampel darah dan tindakan medis seperti pemberian cairan infus, vitamin, obat cacing dan antibiotik.

 

 

Alami Malnutrisi

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis secara makro, diketahui bahwa harimau sumatra ini berjenis kelamin betina dengan umur lebih kurang 2 sampai 3 tahun dan berat 45,2 Kg.

“Secara umum kondisinya sehat, namun mengalami malnutrisi sehingga tubuhnya terlihat agak kurus akibat tidak mendapatkan pakan yang cukup,” kata Hotmauli.

Alami Dehidrasi dan Anemia

Hotmauli juga menjelaskan, harimau itu juga mengalami dehidrasi dan anemia yang mengakibatkan kondisinya terlihat lemah. Selain itu, banyak ditemukan parasit externa (kutu) pada tubuhnya.

READ  Harimau Sumatera Masuk Kepemukiman Warga, 3 Hewan Ternak Jadi Mangsa

Sedangkan hasil laboratorium pemeriksaan darah menunjukkan bahwa eritrosit menurun yang menandakan terjadinya anemia pada harimau tersebut.

“Hal ini berkaitan dengan hasil pemeriksaan fisik secara makro, di mana kondisi satwa tersebut terlihat dehidrasi, mukosa pucat yang mengakibatkan kondisinya terlihat lemah. Di samping itu, ada beberapa komponen darah yang merujuk bahwa harimau mengalami anemia,” jelasnya.

Alami Gangguan Fungsi Hati

Untuk hasil pemeriksaan kimia darah, menunjukkan adanya peningkatan bilirubin, SGOT dan SGPT yang meningkat menandakan adanya gangguan fungsi hati pada harimau tersebut.

“Tetapi tim medis belum bisa memastikan apakah gangguan hati ini bersifat akut atau kronis,” katanya.

 

 

 

 

 

 

 

SUMBER : MERDEKA.COM