Ekowisata Gajah dan Air Terjun Mini Sarah Deue

Pengunjung menikmati wahana ekowisata Gajah di CRU Sampoiniet, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (25/2/2017). Pemerintah setempat akan merealisasikan program pengembangan ekowisata alam tersebut. Foto: HAI/Eko Deni Saputra

 


ACEH JAYA – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, sedang merintis pengembangan ekowisata alam Gampong (desa) Gajah Sumatera sebagai upaya mendekatkan masyarakat bersahabat dengan alam.

Kepala Dinas Pariwisata Aceh Jaya, Saiful Bahri, mengatakan rencana pengembangan wisata alam di Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet, Gampong Ie Jeureuneh, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya itu sudah masuk ke Rancangan Umum Jangka Menengah (RUJM) Bupati Aceh Jaya.

Nantinya, diharapkan wahana wisata tersebut dapat dimamfaatkan masyarakat untuk bisa belajar mengenal lebih dekat tentang kehidupan gajah dan alam, sehingga wisatawan tidak lagi sekedar datang untuk melihat obyek wisata tertentu, tetapi mereka dapat menikmati wisata sambil memperluas wawasan, pengalaman dan pengetahuan baru.

“Kita akan padukan CRU Sampoiniet ini dengan ekowisata seperti objek wisata di daerah Tangkahan yang menjadikan daerah tersebut menjadi daerah tujuan wisata,” ujar Saiful kepada HARIANACEH.co.id, Minggu (26/2/2017) di CRU Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya.

 

CRU Sampoiniet 3CRU Sampoiniet memiliki 4 ekor gajah jinak yang dapat bersahabat oleh pengunjung. Keberadaan CRU sangat bermamfaat dalam upaya mengatasi konflik gajah liar dyngan manusia. Foto: HAI/Eko Deni Saputra.

 

Saiful mengungkapkan, konflik satwa gajah dengan manusia sangat rentan terjadi di kawasan perkampungan berjarak sekitar 16 kilometer dari jalan lintas Provinsi Aceh tersebut, kondisi itu harus ditanggulangi untuk dimanfaatkan dengan lebih baik.

Dengan adanya pengelolaan yang baik, maka diyakini akan mampu menjadi salah satu aset pendapatan daerah serta pengembangan ekonomi masyarakat pedalaman yang selama ini merasakan penderitaan akibat konflik dengan satwa.

READ  BKSDA Bengkulu Tingkatkan Pengawasan Perburuan Satwa Langka

“Kita akan melibatkan masyarakat sekitar untuk mengembangkan ekowisata ini. Tanpa ada bantuan warga maka tidak akan efektif. Disini masyarakat akan ikut serta,” ujarnya.

 

CRU Sampoiniet 2Pawang gajah bersama ranger CRU Sampoiniet melakukan patroli guna mengusir gajah liar yang masuk kepemukiman warga.Satwa Gajah hidup di hutan yang memang merupakan habitat alaminya, sementara masyarakat juga membutuhkan area untuk pengembangan usaha perkebunan maupun pemukiman penduduk, karena itu solusinya harus ada pihak yang menjadi juru runding yakni keberadaan CRU di lokasi kawasan rawan gajah liar. Foto: HAI/Eko Deni Saputra

Saiful menyampaikan, persoalan konflik masyarakat dan satwa dilindungi Undang-Undang tersebut selama sedikit banyak sudah merugikan kedua belah pihak, ada gajah yang mati demikian juga manusia ada yang korban jiwa serta harta benda tidak ternilai.

“Harapan kita kalau bisa CRU yang sudah ditempatkan, mereka tinggal disini masyarakat dapat datang melihat setiap saat gajah-gajah bermain. Disini juga dapat menjadi tempat edukasi bersahabat dengan alam,” katanya.

Selain itu, sekitar 1 kilometer dari keberadaan CRU, para wisatawan atau pun traveller bisa mengunjungi air terjun mini di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sarah Deue yang terletak di kaki pegunungan Ulu Masen.

 

 

Air Terjun Mini Sarah Deue 1Wisatawan berjalan ke akses lokasi air terjun mini Sarah Deue, Kecamatan Sampoiniet , Kab.Aceh Jaya, Sabtu (25/2/2017). Foto: HAI/Eko Deni Saputra.

Disitu, wisatawan akan disuguhi alam yang menawan yang akan memberi sejuta nuansa surgawi pegunungan yang menggoda dan pesona air terjun mini yang diapit batu pualam atau demam.

 

Air Terjun MiniSarah Deue 1Wisatawan mengabadikan Gahanna wisata air terjun mini Sarah Deue, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (25/2/2017). Foto: HAI/Eko Deni Saputra.

 

 

Berlokasi di kaki kawasan ekosistem Ulu Masen, membuat wahana wisata itu nyaris tak tersentuh tangan jahil manusia.  Aliran sungai yang cukup deras, selalu menggoda untuk menguji nyali dan keahlian berenang, mengail ikan atau bahkan arung jeram kecil-kecilan memanfaatkan kemolekan sungai.

READ  Kebakaran Hutan Hingga 3 Hari Landa Kabupaten Kampar

 

 

 

SUMBER : www.HarianAceh.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enable Notifications    Ok No thanks