JK: Hutan Kita Dirusak Orang Asing, Mereka Harus Membayarnya

Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berbicara soal kerusakan hutan di Indonesia. JK menilai hutan di Indonesia rusak karena pihak asing, bukan semata kesalahan orang Indonesia.

JK mengatakan, sekitar tahun 1950-an, luas hutan Indonesia masih sekitar 160 juta hektare dengan jumlah penduduk sekitar 90 juta jiwa. Kini, jumlah penduduk terus meningkat, dan luas hutan terus berkurang hingga 50 persen.

“Karena itulah, solusi harus dilihat sebabnya. Dan apa hubungannya dengan itu. Karena itu, dibicarakan di sini, pasti tujuannya bagaimana kita kembali punya hutan, katakanlah Rp 160 juta ha, Rp 100 juta ha saja lagi dan dipertahankan, sustainable,” kata JK saat meresmikan Kongres Kehutanan Indonesia di Grand Sahid Jaya Hotel, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Dikatakan JK, masalah berkurangnya luasan hutan tersebut bukan semata-mata karena masyarakat Indonesia. Namun, pihak asing berperan besar dalam masalah kerusakan hutan.

“Yang terjadi di sini bukan hanya masalah kita. Yang rusak hutan kita orang asing,” tegas JK.

JK sendiri mengaku sudah menyampaikan masalah ini di forum internasional. Di hadapan negara asing, JK ‘menunjuk hidung’ mereka sebagai biang berkurangnya luas hutan di Indonesia.

“Dalam suatu pertemuan di New York, saya marahi mereka semua yang menuduh Indonesia tidak mengelola hutan tropisnya. Karena kita dianggap, bukan dianggap, kita di dunia ini hanya tiga hutan tropis yang besar, yang dirusak kita. Padahal yang merusak mereka,” kata JK.

Untuk itu, JK mengatakan, proses restorasi lahan gambut harus menggunakan dana bantuan dari negara lain. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan Badan Layanan Umum (BLU) Badan Restorasi Gambut untuk menampung dana-dana tersebut.

“Karena itulah saya mengatakan dalam proses restorasi gambut tidak boleh pakai APBN, tapi harus dunia yang membayar. Karena dia yang merusaknya,” ucap JK.

READ  Tidak Terurus, Harimau Sumatera Dievakuasi Dari Pesantren di Pasuruan

“Dalam seminar konferensi besar di Tokyo saya bicara, tiba-tiba ada penanya. ‘Di Indonesia punya forest tapi rusak, harus diperbaiki.’ Saya marah di muka seribu orang. Saya bilang ini kursi, ini pintu, ini jendela dari negeri saya, kau yang ambil, bayar 5 dolar, kau bawa di sini kau jual 100 dolar. Yang Indonesia punya perusahaan senang-senang dapat 5 dolar. Ada Mitsubishi dari Jepang, Hyundai dan lain-lain, habisi kita punya. Tinggal saya bilang, Anda harus bayar tapi kalau tidak kita potong semua hutan biar dunia kepanasan. Karena itulah, dunia harus tanggung jawab,” tambah JK.

JK juga menyinggung soal keluhan negara tetangga akibat kabut asap hasil pembakaran hutan dan lahan di Indonesia.

“Sama kalau orang Malaysia, Singapura, marah-marah karena kebakaran hutan. Ya, you enak saja, memangnya kita tidak merasa? Kita lebih hebat rasanya. Kedua, kalau Anda dapat udara segar dari Sumatera, Kalimantan, tidak pernah bilang terima kasih. Jadi, kalau Anda dapat asap, saya juga tidak pernah minta maaf, ngapain?! Kalau you tiap bulan terima kasih, saya tiap bulan minta maaf juga. Tapi bukan hanya terima kasih, mesti bayar juga kau peliharanya. Inilah dunia. Dunia harus membayar semua. Jangan selalu menyalahkan Indonesia. Saya tidak pernah ingin disalahkan, walaupun kita salah juga kenapa kita kasih izin banyak-banyak,” ujar JK.

 

SUMBER : Detiknews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enable Notifications    Ok No thanks