Konflik Gajah-Manusia di Aceh Utara akibat Perambahan Hutan

Gajah jantan liar menyerang asisten pawang di Aceh Utara, Selasa (15/6/2021). Konflik gajah dengan manusia di Aceh Utara disebabkan hutan semakin menyempit. Foto: Istimewa
Gajah jantan liar menyerang asisten pawang di Aceh Utara, Selasa (15/6/2021). Konflik gajah dengan manusia di Aceh Utara disebabkan hutan semakin menyempit. Foto: Istimewa

ACEH UTARA, iNews.id – Kasus seorang asisten mahout atau pawang gajah di Aceh Utara yang terluka karena diserang gajah liar sudah menjadi risiko. Bahkan, Kepala Resort KSDA Aceh Utara, Nurdin, menyebutkan kasus ini sudah biasa terjadi, karena gajah kehilangan habitatnya akibat perambahan hutan.

Menurutnya, konflik gajah liar dengan manusia di Aceh Utara tak lepas dari tingginya kasus pembalakan liar. Akibatnya hutan semakin sempit dan gajah mencoba masuk ke permukiman warga.

“Insiden penyerangan oleh gajah liar merupakan hal yang sering terjadi, serta risiko terberat bagi para pawang gajah,” kata Nurdin, Kamis (17/6/2021).

Sebelumnya seorang asisten mahout, Rizki, yang sedang memindahkan gajah betina jinak di Conservation Response Unit (CRU), diserang dari belakang oleh gajah liar. Kejadian ini terjadi pada Selasa (15/6/2021).

Rizki menderita luka pada bagian tangan akibat tersayat gajah jantan liar itu. Dia sempat menjalani perawatan di RS Cut Mutia, Lhokseumawe.

Menurut Nurdin, ketika korban terjatuh, rekan lainnya segera menolong dan berupaya menggiring gajah liar itu untuk keluar dari wilayah CRU. Gajah harus digiring dan ditakuti dengan tembakan ke udara oleh petugas.

“Akibat hutan yang makin sempit,  kawanan gajah ini terancam dan mengusik permukiman warga,” ujar Nurdin.

SUMBER: iNews.id

READ  Orangutan Tapanuli Menuju Jurang Kepunahan Akibat PLTA dan Perburuan
Enable Notifications    Ok No thanks