Lestarikan Orangutan, UGM Jadi Tuan Rumah Roadshow Peduli Orangutan Tapanuli

Direktur Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre Fransisca Ariatiningsih memberikan pemaparan saat Road Show Kampanye Orangutan Tapanuli di Kampus UGM, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu 25 Maret 2023. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Direktur Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre Fransisca Ariatiningsih memberikan pemaparan saat Road Show Kampanye Orangutan Tapanuli di Kampus UGM, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu 25 Maret 2023. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

 

TEMPO.COJakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi tuan rumah roadshow Peduli Orangutan Tapanuli yang diadakan oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehari), Orangutan Information Center (OIC), dan The Body Shop. Acara tersebut digelar di Auditorium Mandiri Fisipol UGM pada Sabtu, 25 Maret 2023.

Roadshow ini merupakan bagian dari kampanye perlindungan orangutan di perguruan tinggi setelah peneliti menemukan spesies baru orangutan Tapanuli di Sumatera Utara pada awal November 2017. Spesies yang kemudian disebut Orangutan Tapanuli ini berhabitat di perbukitan Batang Toru. Sayangnya, karena konservasi lahan untuk industri dan pertanian, habitat mereka pun terancam.

“Penemuan spesies orangutan Tapanuli ini adalah sesuatu yang sangat penting dalam rangka penyelamatan. Isu ini tentunya perlu dan patut untuk direspons oleh mahasiswa dan perguruan tinggi. Saya menyambut baik inisiatif misi penyelamatan orangutan ini sebagai bentuk pelestarian alam,” ucap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni UGM Arie Sudjito dilansir dari laman UGM pada Senin, 27 Maret 2023.

Ari mengatakan isu konservasi alam sudah menjadi masalah yang tak berujung. Berkembangnya industri seringkali mengakibatkan eksploitasi alam yang tidak berkelanjutan. Hal ini menyebabkan banyak spesies satwa yang kehilangan habitatnya, hingga mengalami kepunahan.

Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, orangutan merupakan satwa endemik yang keberadaannya hampir punah dan dilindungi negara. Sayangnya, masih banyak praktek jual-beli, pemeliharaan ilegal, hingga pembunuhan yang melibatkan orangutan.

“Kenapa kami memilih audiens nya mahasiswa? Tentu ke depannya adik-adik mahasiswa menjadi pemangku kebijakan. Harapannya, tumbuh kepedulian akan lingkungan. Masalah perubahan iklim, keragaman hayati, populasi itu adalah masalah kita bersama ke depannya,” ujar Direktur Komunikasi dan Kemitraan Kehati Rika Anggraini.

READ  Laporan IUCN 2021, Indonesia Punya 189 Fauna Kritis Terancam Punah, 26 Spesies Adalah Mamalia

Bernama ilmiah Pongo tapanuliensis, spesies orangutan ini memiliki populasi yang sedikit. Berdasarkan temuan yang terbit di jurnal Current Biology, kurang dari 800 ekor Orangutan Tapanuli hidup di alam liar.

Orangutan Tapanuli berhabitat di perbukitan Batang Toru, terkonsentrasi di hutan kecil dengan luas sekitar 1.000 km2. Habitat mereka terancam karena tekanan dari manusia yang berupa konversi habitat, aktivitas tambang, dan pembangunan pembangkit listrik tenaga air.

“Karena habitat mereka digusur, terpaksa mereka harus mencari makan ke pedesaan. Masyarakat masih banyak yang menganggap mereka hama karena mengambil hasil panen dan buah-buahan. Jadi banyak yang akhirnya ditembak mati,” tutur Fransisca Ariantiningsih dari OIC.

Roadshow Peduli Orangutan Tapanuli ini dikemas untuk menarik minat anak muda agar ikut berkampanye melindungi keberadaan orangutan. Sebelumnya, roadshow ini telah diadakan di 3 kampus lain yaitu Universitas Sumatera Utara, IPB University, dan Universitas Multimedia Nusantara.

 

SUMBER: TEMPO.CO

Enable Notifications    Ok No thanks