Orangutan Kalimantan Masuk ke Areal Perkebunan Sawit Talisayan Berau Belum Ditemukan

SATWA LIAR - Wildlife Rescue Unit (WRU) yang dari SKW I Berau, BKSDA Kaltim, bersama Centre for Orangutan Protection (COP) masih dalam proses pencarian orangutan.HO/BKSDA Kaltim
SATWA LIAR – Wildlife Rescue Unit (WRU) yang dari SKW I Berau, BKSDA Kaltim, bersama Centre for Orangutan Protection (COP) masih dalam proses pencarian orangutan.HO/BKSDA Kaltim

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kantor Seksi Konservasi Wilayah I Berau, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, belum menemukan Orangutan Kalimantan yang sempat masuk ke salah satu wilayah kerja perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Masuknya Orangutan Kalimantan di perusahaan sawit tersebut, sempat viral di media sosial sejak Minggu, 1 Agustus 2021.

Demikian dibeberkan oleh Kepala SKW I Berau, BKSDA Kaltim, Dheny Mardiono saat dikonfirmasi TribunKaltim.co, sejak Senin pagi hingga Selasa siang 3 Agustus 2021 belum menemukan Orangutan tersebut.

“Pihak perkebunan dari perusahaan, juga ikut berada di areal kemunculan orangutan itu,” ungkapnya.

Pencarian orangutan tersebut ikut mengikuti jejak yang berada dilokasi, pihaknya mengakui hingga sore nanti penelusuran akan dilakukan.

Kendati hingga laporan sekarang, belum ada info lebih lanjut.

“Tim akan kembali sore nanti, jika memang tidak ditemukan orangutan tersebut,” jelasnya.

Untuk dugaan sementara, jenis orangutan yang dilihat para pekerja beberapa lalu yakni masuk dalam jenis orangutan Kalimantan yang bernama ilmiah Pongo pygmaeus.

Menurut Dheny, jika nantinya orangutan itu ditemukan, setelahnya dilakukan evakuasi ke pusat rehabilitasi orangutan di Kabupaten Berau.

Hal itu untuk menjaga agar satwa endemik Kalimantan itu tetap terjaga dan tetap lestari.

“Jika ketemu, harus kami evakuasi, kemungkinan besar akan direhab. Namun, kami belum mengetahui selain orangutan itu, apakah masih ada lagi orangutan lainnya, masih proses penelusuran ya,” katanya.

Pihaknya juga sudah menyampaikan rencana evakuasi orangutan kepada manajemen Perusahaan tersebut.

Lantaran perusahaan telah mengetahui bahwa orangutan merupakan satwa langka dan terancam punah dan dilindungi oleh undang-undang.

“Kami sudah arahkan, jika tim kami kembali ke Tanjung Redeb, dan orangutan itu muncul, dapat ditangkap dengan menggunakan jaring, selanjutnya diserahkan ke BKSDA Kaltim. Penangkapan kami sarankan menggunakan jaring agar tidak menyakiti orangutan itu,” jelasnya.

READ  Cari dan Obati Gajah yang Kesakitan akibat Pembengkakan Kaki, Tim Medis BBKSDA Riau Tempuh Jalur Sulit di Hutan

Terkait penyebab masuknya orangutan ke dalam lokasi perkebunan, belum bisa diidentifikasi.

Ada banyak hal kata dia, yang membuat orangutan tersebut bisa sampai keluar hutan yang menjadi habitatnya. Yakni, karena kekurangan makanan, atau terpisah dari kelompoknya karena ancaman predator.

Dirinya berharap, pencarian yang dilakukan tim WRU dapat membuahkan hasil, dan orangutan dapat dievakuasi.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, salah satu pekerja di perusahaan kebun sawit tersebut, yang sempat mendapatkan rekaman orangutan itu, FR menjelaskan kemunculan orangutan sudah berada diperkirakan sejak Sabtu sore.

Info tersebut dia dapatkan atas informasi dari beberapa teman yang juga melihat langsung.

Pihaknya curiga hanya satu saja orangutan yang masuk. Dia tidak mengetahui dari mana masuknya orangutan tersebut.

“Saya sudah kerja 10 tahun disini, baru kali ini melihat orangutan di sekitar kebun, kami bersama karyawan lainnya menduga bahwa memang orangutan ini sedang kelaparan. Soalnya divideo kan ada yang bilang orangutannya sedang gemetar,” tutupnya. (*)

SUMBER: TRIBUNKALTIM.CO

Enable Notifications    Ok No thanks