Populasi Gajah Sumatera Dalam Kondisi Kritis

Sejumlah Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) melintasi sungai Tekuana dibawah terowongan gajah yang dibangun di seksi II Tol Pekanbaru – Dumai, Riau pada 10 Februari 2020. ANTARAFOTO/Dok.PT Hutama Karya.

JAKARTA – Sekretaris Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI), Donny Gunaryadi mengatakan, Gajah Sumatra atau Elephas Maximus Sumatranus di Indonesia kini tengah dalam kondisi kritis dan hampir punah.

Menurutnya, di Sumatra kini terdapat 22 kantong utama populasi gajah yang tersebar di tujuh provinsi. Namun, populasi Gajah Sumatra di sana hanya 928 sampai 1.379 ekor, dengan luas jelajah sekitar 4.674.045.35 hektare (ha).

Berdasarkan hasil analisis, jelasnya, peta sebaran Gajah Sumatera juga sebagian besar atau 85% berada di luar kawasan konservasi. Di mana, terbagi menjadi kawasan hutan produksi dan konservasi dengan jumlah 67%. Kemudian, hutan lindung dengan jumlah 12%. Dan, sisanya 5,6% berada di luar kawasan hutan.

“Dengan kondisi habitat seperti ini, pasti banyak terjadi konflik antara gajah dengan manusia. Ini lah yang menyebabkan jumlah populasi gajah turun secara signifikan,” kata Donny dalam webinar peringatan Hari Gajah Sedunia, Rabu (12/8).

Dikatakan, pada 1980 pernah ada penelitian yang mengatakan bahwa populasi Gajah Sumatera ada sekitar 2.800 sampai 4.800 ekor.

Lalu pada 2007, FKGI melakukan penelitian dengan berbagai metode, dan menemukan angka populasi gajah menurun, yakni hanya sekitar 2.460 sampai 2.900 ekor. Dan sekarang, jauh lebih berkurang, yaitu 928 sampai 1.379 ekor saja.

Donny menilai, ada empat faktor yang menyebabkan punahnya populasi Gajah Sumatera, yakni perburuan, konflik manusia dan gajah, ancaman seperti jerat listrik, dan racun, serta populasi terisolasi.

Maka dari itu, upaya konservasi perlu dukungan politik dari pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun daerah.

READ  Mengecewakan! Pedagang Kulit Harimau Sumatera hanya Dihukum Enam Bulan Penjara

Menurutnya, semangat kerja bersama dapat menemukan solusi dalam menjaga keragaman hayati di Indonesia, terutama mengenai tata ruang gajah yang ramah. Terlebih Indonesia telah memiliki Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

 

 

 

 

 

 

SUMBER : Validnews.id

Enable Notifications    Ok No thanks