Resor Konservasi Wilayah 11 Aceh Utara Lepasliarkan Kukang yang Ditemukan Warga

Kukang jantan yang ditemukan warga kemudian dilepaskan kembali ke alam liar di kawasan Aceh Utara. Foto kiriman Chairul Sya'ban
Kukang jantan yang ditemukan warga kemudian dilepaskan kembali ke alam liar di kawasan Aceh Utara. Foto kiriman Chairul Sya’ban

“Kukang jantan tersebut sudah dilepaskan kembali ke habitatnya yang berada di Kabupaten Aceh Utara, agar bisa hidup bebas di alam liar lagi,” ujar Kepala Resor Konservasi Wilayah 11 Aceh Utara, Nurdindalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Senin (12/7/2021). 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melalui Resor Konservasi Wilayah 11 Aceh Utara Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe, melepas kembali seekor satwa liar jenis Kukang Sumatera, Senin (12/07/2021).

Hewan tersebut ditemukan warga Aceh Utara beberapa hari yang lalu, kemudian dilaporkan ke Resor Konservasi Wilayah 11 Aceh Utara.

“Kukang jantan tersebut sudah dilepaskan kembali ke habitatnya yang berada di Kabupaten Aceh Utara, agar bisa hidup bebas di alam liar lagi,” ujar Kepala Resor Konservasi Wilayah 11 Aceh Utara, Nurdindalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Senin (12/7/2021).

Kondisi Kukang tersebut kata Nurdin,  juga masih sehat dan aktif secara visual.

Dalam Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SumberDaya Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 21 ayat 2, perdagangan dan pemeliharaan satwa dilindungi termasuk Kukang adalah dilarang.

“Kukang adalah jenis hewan Primata yang dilindungi, oleh karena itu harus dijaga dan dilestarikan,” kata Nurdin.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu sosialisasi kepada masyarakat dan dengan cara melepaskannya kembali ke hutan atau habitatnya.

“Kukang dilarang dipelihara, apalagi diperdagangkan,” ujar Nurdin.

Nurdin menambahkan, awalnya pihaknya mendapati laporan dari Chairul Sya’ban seorang warga di Kecamatan Cot Girek,yang selama ini aktif dengan Konservasi maupun satwa liar.

“Si Chairul ini menghubungi saya bahwa ia telah menyelamatkan seekor Kukang yang ditemukan warga, ia beri pemahaman kepada warga itu,” imbuh Nurdin.

Chairul Sya’ban menyebutkan, penyelamatan Kukang ia lakukan bersama salah seorang Asisten Mahout Gajah CRU Cot Girek.

READ  BKSDA Agam Telusuri Video Penyiksaan Simpai

Setelah itu, Chairul menghubungi pihak Konservasi dalam hal ini Nurdin sebagai bentuk laporan, agar hewan tersebut secepatnya bisa dipindahkan ke habitat yang lebih aman.(*)

SUMBER: SERAMBINEWS.COM

Enable Notifications    Ok No thanks