Ribuan Hektar Hutan Seluas 3 Kali Yogyakarta Hilang karena Pembangunan Trans-Papua

Jalan Trans Papua - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menemukan ribuan hektar tutupan hutan hilang karena pembangunan Jalan Trans-Papua. (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Jalan Trans Papua – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menemukan ribuan hektar tutupan hutan hilang karena pembangunan Jalan Trans-Papua. (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

TRIBUN-PAPUA.COM – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menemukan ribuan hektar tutupan hutan hilang karena pembangunan Jalan Trans-Papua yang termasuk dalam proyek prioritas nasional (PSN).

Sehingga pembangunan Trans-Papua dalam jangka panjang ini diprediksi bisa menghilangkan tutupan hutan seluas tiga kali Kota Yogyakarta yakni 12.469 hektar.

Dari belasan ribu hektar, sekitar 4.772 hektar di antaranya merupakan hutan lindung.

Proyek Trans-Papua meliputi sembilan ruas jalan dan rencananya akan dibangun sepanjang 2.300 kilometer.

Hingga kini, berdasarkan citra satelit terdapat 74 kilometer yang masih terputus dan dalam tahap pembangunan lanjutan.

Dalam paparannya, Peneliti Walhi Umi Marufah mengungkapkan, semenjak poyek dimulai tahun 2001 hingga 2019, banyak hutan yang telah hilang.

Selama kurun waktu tersebut ada sekitar 34 persen non-kawasan hutan yang hilang. Selebihnya 22 persen kawasan hutan lindung konservasi dan 44 persen hutan produksi juga hilang.

Umi menyebutkan, pembangunan ruas jalan Fakfak-Windesi telah menghilangkan hampir 4.000 hektar hutan produksi.

Selanjutnya, pada ruas jalan Wagete-Timika, telah hilang 2.000 lebih hektar hutan produksi dan 500 hektar hutan lindung.

Kemudian ruas jalan Wanggar-Kwatisore-Kp Muri juga kehilangan lebih dari 1.500 hektar hutan produksi dan 500 hektar hutan lindung dan konservasi.

Jalan Trans Papua (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Jalan Trans Papua (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Sedangkan di ruas jalan Wamena-Elelim-Jayapura telah kehilangan hampir 1.500 hektar hutan lindung serta 2.500 hekatar hutan produksi.

“Dari tahun ke tahun terjadinya penurunan tutupan hutan seiring dengan meningkatnya panjang ruas jalan yang dikerjakan,” papar Umi.

Walhi memprediksi, dalam jangka pendek ketika terjadi pembukaan hutan lagi untuk melanjutkan pembangunan 74 kilometer jalan yang masih tersisa bisa menghilangkan 57 hektar hutan.

READ  Tambang Emas Ilegal di Hutan Lindung Timbahan Telan Korban, Bagaimana Pengawasan?

“Jika ada pembukaan jalan lagi maka menghilangkan 57 hektar tutupan hutan, 20 hektar di antaranya adalah hutan lindung,” jelas Umi.

Sementara untuk jangka menengah, efek tepi 100 meter kiri kanan jalan, Walhi memprediksi potensi tutupan hutan yang akan hilang bisa mencapai 1.290 hektar.

Dari luas itu, 464 hektar di antaranya adalah kawasan hutan lindung.

Dalam jangka panjang, pembangunan Trans-Papua ini diprediksi bisa menghilangkan tutupan hutan seluas tiga kali Kota Yogyakarta yakni 12.469 hektar dan 4.772 hektar adalah hutan lindung.

Selain hilangnya tutupan hutan, beberapa keaneka ragaman hayati seperti flora fauna yang dilindingi pun terancam keberadannya.

Misalnya, Anggrek Kasut Ungu dan Kanguru Pohon Mbaiso merupakan dua mahkluk hidup yang terancam punah dan hidup di beberapa area hutan di sekitar Jalan Trans-Papua.

SUMBER: TRIBUN-PAPUA.COM

Enable Notifications    Ok No thanks