Seekor Gajah Sumatera di Riau Ditemukan Mati dengan Kepala Tercincang

Gajah Sumatera jantan yang ditemukan mati dengan kepala tercincang dan belalai putus di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Huli, Riau. (Foto: BBKSDA Riau)

Ditengah situasi wabah virus Corona atau COVID-19 yang belum ada tanda-tanda mereda, pembantaian terhadap satwa-satwa liar masih saja terjadi. Sebagaimana informasi yang diterima oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, pada Rabu (15/04/2020), tentang ditemukannya seekor gajah liar yang ditemukan mati mengenaskan di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.
Kepala gajah liar tersebut terlihat hancur seperti dicincang dengan belalai terputus. Dugaan, gajah liar tersebut mati karena melintasi perkebunan penduduk. Memang seringkali gajah oleh masyarakat dianggap hama ketika melalui perkampungan dan perkebunan atau ladang masyarakat.
“Gajah yang ditemukan mati tersebut, merupakan gajah tunggal yang telah terpisah dari rombongannya pada kantong Gajah Tesso Tenggara. Mereka beberapa kali memasuki area pemukiman dan perkebunan masyarakat yang merupakan bagian dari wilayah jelajah (home range) gajah tersebut,” kata Suharyono, Kepala Balai Besar KSDA Riau.
Menurut Suharyono, pihaknya pertama kali mendapat laporan adanya Gajah Sumatera (Elephasmaximussumatranus) mati yang kemudian diketahui berjenis kelamin jantan, pada Rabu (15/04/2020), sekitar pukul 14.12 WIB, dari Babhinkamtibmas Polsek Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu.
Kemudian, Balai Besar BKSDA Riau, bergerak cepat dengan mengirim tim pendahulu ke lokasi kejadian yang berada sekitar empat kilometer sebelah Utara dari Kantor Camat Kelayang, Indragiri Hulu, dan tiba sekitar pukul 16.50 WIB. Lalu, bersama-sama dengan Kapolsek Kelayang, untuk pengamanan, tempat kejadian perkara (TKP) dipasang garis polisi.
Polhut BBKSDA Riau dan pihak ke polisi sedang menjaga lokasi kejadian tempat Gajah Sumatera jantan yang ditemukan mati dengan kepala tercincang dan belalai putus di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Huli, Riau. (Foto: BBKSDA Riau)

 

READ  Catatan HLH : Mengenaskan, Ratusan Gajah Sumatera Terbunuh Sejak Tahun 2012

“Berdasarkan hasil dokumentasi yang disampaikan pelapor sebagai laporan awal kepada kami, diketahui kondisi bagian depan kepala gajah terdapat luka terbuka bekas sayatan benda tajam. Gading gajah masih dalam keadaan utuh. Namun, belalai gajah sudah terpotong. Sebagian potongan belalai masih berada di sekitar bangkai gajah,” kata Suharyono.

Sedangkan Tim Medis atau Nekropsi – investigasi medis pada jenazah atau bangkai satwa untuk memeriksa sebab-sebab kematian – dan Tim Pengumpulan Bahan Keterangan di Lapangan dari Balai Besar KSDA Riau bersama dengan Tim dari Ditreskrimsus Polda Riau berangkat dari Pekanbaru menuju TKP pukul 17.00 WIB.
Suharyono mengatakan, Balai Besar KSDA Riau, sebelumnya, sudah beberapa kali melakukan upaya penghalauan bersama masyarakat sejak bulan Juni 2019 sampai dengan April 2020. Sesuai surat tugas yang dikeluarkan Kepala Balai Besar KSDA Riau, setidakanya sudah empat kali dilakukan.
Namun, dalam pelaksanaannya sempat mengalami kendala. Karena, masih ada beberapa desa yang akan dilalui saat proses penghalauan kurang kooperatif. Untuk mengantisipasi adanya tindakan dari masyarakat, pada kesempatan yang sama Balai Besar KSDA Riau bersama aparat Kepolisian setempat juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang dapat membahayakan bagi masyarakat dan satwa liar Gajah itu sendiri.
“Kami sangat mengutuk keras atas kejadian pembunuhan satwa liar gajah sumatera. Kami bersama-sama dengan penegak hukum akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kejadian ini. Untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan, barang bukti akan diamankan di Balai Besar KSDA Riau,” kata Suharyono.
Sisa belalai Gajah Sumatera jantan yang ditemukan mati dengan kepala tecincang dan belalai putus di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Huli, Riau. (Foto: BBKSDA Riau)

 

Gajah Sumatera merupakan salah satu satwa endemik, langka dan dilindungi. Merupakan sub spesies dari gajah asia yang habitatnya berada di Pulau Sumatra. Satwa cerdas ini mempunyai postur tubuh lebih kecil daripada sub spesies gajah india.
Satwa yang terkenal memiliki tubuh besar dan cerdas ini, sejatinya juga mempunyai peranan yang sangat penting bagi keseimbangan ekosistem. Dalam penjelajahannya, gajah ikut membantu menyebarkan bibit-bibit tumbuhan secara alami. Ketika menjelajah, sekelompok gajah menginjak tanaman semak-semak. Saat itulah, banyak bibit tanaman yang ikut melekat di tapak kaki dan kotorannya. Otomatis peluang bibit tersebut untuk tumbuh pun semakin besar, seiring gajah-gajah berjalan melintasi jalur jelajahnya. Dan, hal tersebut juga menjadi pembuka jalan untuk satwa-satwa lainnya.
Gajah Sumatera. Sumber Pixabay

 


Ukuran tubuh yang besar, membuat gajah membutuhkan konsumsi tumbuhan yang besar juga untuk dimakan. Dengan begitu, gajah turut serta membantu secara alami menjaga hutan agar tidak terlalu rimbun, sehingga memberikan kenyamanan bagi satwa lainnya.

Menurut Lembaga Konservasi Dunia-International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN),gajah sumatera statusnya Kritis (Critically Endangered) masuk dalam daftar merah spesies terancam punah. Karenanya, penting bagi kita semua untuk menjaga keberadaan dan kelestariannya. Termasuk habitatnya mereka.
SUMBER : KUMPARAN.COM