Sepasang Orangutan Hope dan Amory Dilepasliarkan di Taman Nasional Betung Kerihun Kapuas Hulu Kalbar

Petugas dari BOSF Palangkaraya saat mengangkut orangutan hasil rehabilitasi untuk dilepasliarkan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kabupaten Katingan Kalteng, beberapa waktu lalu.   BOSF Palangkaraya untuk Tribunkalteng.com
Petugas dari BOSF Palangkaraya saat mengangkut orangutan hasil rehabilitasi untuk dilepasliarkan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kabupaten Katingan Kalteng, beberapa waktu lalu. BOSF Palangkaraya untuk Tribunkalteng.com

 

TRIBUNKALTENG.COM, KAPUAS HULU – Sepasang orangutan betina berusia 7 tahun bernama Hope dan orangutan jantan berusia 8 tahun bernama Amory dilepasliarkan ke kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK).

Berada di lokasi Sungai Mendalam, Desa Datah Dian, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat Jumat (16/6/2023) lalu.

Melalui Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum).

Hal itu dikatakan Kepala Balai Besar Tana Bentarum, Wahju Rudianto menyatakan, Orangutan yang dilepasliarkan tersebut ada sebanyak dua individu orangutan (Pongo Pygmaeus) tahap 12.

“Kami melepasliarkan Orangutan itu, pada 16 Juni 2023, yang melibatkan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalbar dan Sintang Orangutan Center (SOC),” ujarnya kepada wartawan, Senin (19/6/2023).

Wahju Rudianto berharap, agar Orangutan yang telah dilepasliarkan dapat tumbuh, dan berkembangbiak dengan baik, sehingga dapat meningkatkan populasi Orangutan di Pulau Kalimantan, khususnya di kawasan TNBK.

Dijelaskan, sebelumnya melepasliarkan Orangutan, terlebih dahulu dilakukan beberapa kajian baik dari aspek kesiapan, kesehatan individu orangutan, kesesuaian habitat, dan ketersediaan pakan orangutan, dampak sosial ekonomi masyarakat, serta menyusun rencana monitoring pasca pelepasliaran.

Tim juga telah mempertimbangkan proses dalam pelaksanaan pelepasliaran, seperti penyiapan dokumen sesuai ketentuan, penerapan protokol kesehatan penanganan Covid-19, dan pengangkutan satwa dengan berpedoman pada Surat Edaran Direktur Jenderal KSDAE, nomor: SE.8/KSDAE/KKH/KSA.2/5/2020 tanggal 20 Mei 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelepasliaran Satwa Liar di Masa Pandemi Covid-19 serta Perkembangan proses pelepasliaran satwa tersebut.

“Jadi dua Individu orangutan yang dilepasliarkan sudah menjalani masa rehabilitasi oleh YPOS melalui pemantauan dan pengamatan yang dilakukan di Sekolah Hutan Jerora kurang lebih 3 tahun,” ucapnya.

Setelah menjalani karantina, kedua individu diyakini telah memenuhi syarat seperti pemeriksaan fisik, dan pengambilan sampel untuk pemeriksaan Laboratorik serta kemampuan individu orangutan terhadap lingkungan hutan.

Sebelumnya tim telah melaksanakan pelepasliaran sebanyak 11 kali dengan jumlah keseluruhan 26 individu Orangutan.

READ  Penyelundupan Ratusan Burung Via Bandara Kualanamu Berhasil Di Gagalkan

Dengan pelepasliaran tahap-12 ini maka keseluruhan jumlah individu yang dilepasliarkan di Taman Nasional Betung Kerihun berjumlah 28 Individu Orangutan.

SUMBER: Tribunkalteng.com

Enable Notifications    Ok No thanks