Sumut Targetkan Dapat Jatah Empat Juta Pohon

MedanBisnis – Medan. Sumatera Utara (Sumut) menargetkan bisa mendapat jatah 4 juta pohon pada pencanangan program penanaman 100 juta bibit bambu secara nasional.
Hitungan itu berdasarkan kebutuhan serta potensi bambu, baik untuk pelestarian sumber daya air maupun pendapatan masyarakat.

“Jika Sumut bisa mendapatkan 4 juta pohon, akan sangat bagus. Bukan hanya pemenuhan bahan baku produk-produk hilir bambu, tapi juga penangkal banjir. Karena tanaman bambu bisa memasukkan air ke tanah 27 kali lipat lebih cepat. Sehingga air tidak akan meluber dan mengakibatkan banjir,” kata pengamat pertanian Sumut Syahri Syawal Harahap yang juga penangkar bibit bambu, Rabu (28/9) di Medan.

Seperti diketahui, program penanaman 100 juta pohon bambu sudah dimulai di Desa Lanna, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/9). Di daerah itu, ditanam 10 juta pohon bambu.

Program yang diproyeksikan berjalan hingga tahun 2018 ini, sebagai upaya dalam pelestarian lingkungan dan pemanfaatan bambu untuk perekonomian mayarakat. Karena bambu punya banyak manfaat dari akar sampai daun.

Syawal menjelaskan, kebijakan pencanangan penanaman pohon bambu ini memang cukup bagus dan disambut positif banyak pihak. Terutama para pemerhati lingkungan. Karena selama ini, bambu memang tidak pernah dikembangkan secara serius dan hanya tumbuh liar. Karena bambu bisa tumbuh setelah ditebang.

Mendukung program penanaman 100 juta pohon, Syawal yang sejak lama juga pemerhati lingkungan sudah menyiapkan bibit bambu sebanyak 10.000 pohon dari target tahun ini 20.000 hingga 30.000 pohon.

Persiapan bibit ini, katanya, karena programnya sudah berjalan. Sehingga saat dananya sudah cair dan ada penjatahan untuk Sumut, bisa langsung jalan.

Dia mengungkapkan, kebijakan ini juga merupakan strategi untuk mencapai swasembada pangan. Karena selama ini banjir kerap terjadi dan menghantam lahan-lahan pertanian. Sehingga banyak yang mengalami gagal panen (puso).

Hal itu karena hujan tidak terkendali. Sehingga jika bambu ditanam, akan bisa menahan debit air. Karena tanaman bambu bisa menyimpan air tiga kali lipat dibandingkan hutan kayu.

“Jika banjir tidak teratasi, tentu akan terus terjadi puso. Padahal, ada target swasembada pangan. Saya pikir, pengembangan bambu ini cukup lambat karena baru sekarang digerakkan. Tapi jika berjalan lancar, akan sangat membantu pelestarian lingkungan dan mendorong pendapatan masyarakat,” kata Syawal.

Bibit bambu yang akan ditanam adalah jenis bambu blangke dan bambu hitam. Bibit ditangkar dengan cara perbanyakan stek menggunakan ranting (cabang pohon). Masa penangkarannya selama tiga bulan.

Untuk lokasi penanaman, kata Syawal, memang masih menunggu data penjatahan untuk Sumut. Karena dana berasal dari pusat. “Tentu kita berharap Sumut segera dapat jatah dan langsung dilakukan penanaman,” katanya. (elvidaris simamora)

 

SUMBER : Waspada

READ  Meresahkan Warga, Seekor Harimau Sumatera Dibunuh dan Jadi Tontonan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enable Notifications    Ok No thanks