Taman Nasional Lore Lindu, The Hidden Paradise Central Celebes

Taman Nasional Lore Lindu diapit Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. handover/instagram (bbtn_lorelindu)
Taman Nasional Lore Lindu diapit Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. handover/instagram (bbtn_lorelindu)

TRIBUNPALU.COM – Taman Nasional Lore Lindu tak hanya menyajikan panorama alam tapi juga peradaban megalitik yang membuat Anda berdecak kagum.

Kawasan taman nasional tersebut diapit dua Kabupaten yaitu Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Taman Nasional Lore Lindu terletak sekitar 60 kilometer selatan Kota dan dapat dijangkau kendaraan roda dua maupun roda empat.

Data diperoleh TribunPalu.com dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Tengah, Taman nasional ini mempunyai keragaman dan keindahan yang dimilikinya. Sehingga pengunjung selalu ingin datang kembali.

Di kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Anda bisa menemukan flora dan fauna yang hanya ditemukan di Sulawesi.

Kawasan itu ditinggali 117 jenis mamalia, 88 jenis burung, 29 jenis reptilian, dan 19 jenis amfibi.

Dari semua jenis fauna tersebut, 50 persen di antaranya merupakan fauna endemik Sulawesi

flora di kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah, Kantung Semar Endemik Sulawesi (Nepenthes glabrata) (handover/instagram (bbtn_lorelindu))
flora di kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah, Kantung Semar Endemik Sulawesi (Nepenthes glabrata) (handover/instagram (bbtn_lorelindu))

Beberapa fauna endemik yang bisa Anda temukan di tempat itu adalah babi rusa, tangkasi, kuskus, amleo, katak Sulawesi, tikus Sulawesi, ular emas, anoa, kera hantu, burung maleo, ikan edemik di danau Lindu hingga kera tonkean.

Sedangkan flora endemik Taman Lore Lindu ialah wanga dan ledaa yang memiliki wangi yang menggoda sehingga sering dijadikan bahan kosmetik kecantikan.

Selain itu, Anda juga bisa menemukan rotan, pohon ara, damar, aren, hingga pangi serta kantung semar.

Dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu juga terdapat Lembah Bada yang diselimuti berjuta misteri yang belum terpecahkan.

Patung megalitikum yang berada di Lembah Bada menjadikannya sebagai monument megalitik terbaik yang ada di Indonesia.

Patung megalitikum yang berada di Lembah Bada menjadikannya sebagai monument megalitik terbaik yang ada di Indonesia. (handover/instagram (@bbtn_lorelindu))
Patung megalitikum yang berada di Lembah Bada menjadikannya sebagai monument megalitik terbaik yang ada di Indonesia. (handover/instagram (@bbtn_lorelindu))

Belum lagi adanya patung batu manusia, Jambangan besar, batu-batu cembung, mortar batu tiang penyangga rumah dengan ukuran yang berbeda dan usia mencapai ratusan tahun.

Patung megalitikum yang berada di lembah bada diyakini sudah ada sejak abad ke-14.

Keberadaan situs yang sudah lama ini menunjukkan bahwa dulunya terdapat peradaban besar ada di wilayah ini.

READ  BKSDA Bengkulu Tingkatkan Pengawasan Perburuan Satwa Langka

Masyarakat suku bada yang mendiami wilayah Kecamatan Lore Utara dan Lore Selatan memberi nama untuk patung-patung ini seperti palindo, torompana, tarae roe, dan loga.

Nama Palindo sendiri memiliki arti yakni sang penghibur dan dipercaya sebagai representasi pendahulu suku Tosaloge.

Lembah Bada memiliki kalamba yakni tangki melingkar dan dipahat di sebuah batu besar.

Ada kalamba dengan dua lubang, dan ada pula yang satu lubang.

Kalamba diyakini digunakan para petinggi atau Raja untuk bak berendam.

Namun Ada dugaan ini digunakan sebagai tangki air atau peti mati.

Alasan dibuatnya patung patung ini menjadi misteri dan warga suku bada tidak mengetahui sama sekali sejarah yang ada di tanah mereka tersebut.

Meski belum ada bukti mengenai tujuan pembuatan patung, masyarakat suku bada percaya patung batu Ini digunakan untuk ritual pemujaan terhadap arwah leluhur.

Suku bada diklafikasikan sebagai suku Poso-Toraja, dimana suku ini berasal dari arah utara dari wilayah yang mereka tempati saat ini.

Selain itu lembah bada menyajikan hamparan savana yang luas sejauh mata memandang dengan pesona rumput ilalang yang sangat rugi tidak diabadikan.

Di mana batu-batu Megalitikum banyak tersebar hampir sepanjang jalan di lembah Bada

Salah satu yang selalu menjadi tujuan dari para anak muda yaitu hutan pinus yang di bukit Porambua.

Pada umumnya masyarakat mengenal tempat tersebut dengan nama Bukit Teletubbies dan Seiring berjalannya waktu masyarakat mulai menyebut nama tempat ini dengan nama yang sebenarnya yaitu bukit Porambua.

Porambua merupakan sebuah tempat dimana masyarakat Pekurehua dahulu menyalakan api agar ada asap sebagai media informasi dari setiap masyarakat Pekurehua yang berpergian ke luar daerah untuk masyarakat yang ada di kampung bahwa mereka akan pergi atau telah kembali

READ  Korban Banjir Bandang Aceh Masih Bertahan di Pengungsian

Simbol Ragam Budaya Sulteng

Suku Bada di pedalaman Sulawesi Tengah (handover/instagram (tana_poso)) (handover)
Suku Bada di pedalaman Sulawesi Tengah (handover/instagram (tana_poso)) (handover)

Suku Bada di pedalaman Sulawesi Tengah adalah simbol dari keanekaragaman suku dan bahasa di Bumi Taduloko.

Kelompok masyarakat itu berdiam dalam wilayah Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso.

Suku tersebut bermukim di daerah yang subur dan kaya dengan flora dan fauna.

Sama dengan daerah wisata pada umumnya, daerah yang dihuni Suku Bada sangat ramah terhadap pengunjung.

Orang Bada memiliki bahasa sendiri yaitu bahasa Bada, di samping itu masih ada bahasa Napu, bahasa Sedoa, bahasa Rampi.

Keanegaragam dan panorama desa Suku Bada menjadikan kawasan Lembah Bada sangat layak menjadi tujuan wisata Anda.

Senyuman warga Suku Bada menyambut setiap wisatawan.

Bahkan mereka tak segan menawarkan wisatawan mengenakan pakaian adatnya.

Jika Anda datang pada waktu yang tepat, Anda akan diajak mengikuti berbagai tradisi mereka berupa, mohangu dan modulu-dulu

Kawasan Lembah Bada tak hanya menawarkan keanekaragaman budaya dan panorama alam dengan kawasan hutan yang sangat alami tapi juga situs-situs megalitik seperti arca atau patung Palindo yang posisinya miring.(*)

SUMBER: TRIBUNPALU.COM

Enable Notifications    Ok No thanks