The Bekantan Twins Lakukan Tiga Cara Lestarikan Spesies Langka

JAKARTA – Bekantan (Nasalis larvatus) merupakan satwa endemik Pulau Kalimantan yang kini terancam keberadaannya. Sebab, di tahun 2008 keberadaan satwa ini hanya sekitar 25.000 ekor di habitat asalnya.

Gabriella Thohir dan Giovanna Thohir melakukan program untuk menyelamatkan bekantan melalui The Bekantan Twins Project yang merupakan aksi nyata untuk menyelamatkan Bekantan. Dua perempuan cantik tersebut kembali mengorganisir penggalangan dana yang kedua untuk membangun fasilitas konservasi Bekantan yang terletak di Pulau Bakut.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyelamatkan Bekantan dari kepunahan, namun juga untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dari masyarakat dalam pelestarian primata,” ujar  salah satu inisiator The Bekantan Twins Project, Gabriella Thohir, di Jakarta, Kamis (16/6/2016)

Menurut Giovanna dengan adanya kegiatan ini bisa memunculkan kegiatan sejenis lainnya dalam rangka penyelamatan primata dari kepunahan. Hal ini merupakan tugas dalam menjaga kelestarian alam.

“Kita sebagai anak Indonesia untuk mencintai dan menjaga alam Indonesia, flora dan fauna seisinya,” katanya.

Ketertarikan kedua perempuan kembar ini akan Bekantan, dimulai dari saat mereka melakukan observasi langsung di habitat asli Bekantan di Pulau Bakut, Kalimantan Selatan. Padahal keduanya masih  berstatus sebagai siswa SMA. Saat itu observasi tersebut difasilitasi oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) dan PT. Adaro Indonesia yang telah memiliki project konservasi Bekantan di wilayah pertambangannya di Kalimantan Selatan.

Tidak berhenti sampai disitu, untuk mewujudkan The Bekantan twins Project, kakak beradik ini membuat tiga strategi inovatif yang berkelanjutan. Salah satunya untuk pengembangan project ini, antara lain menciptakan kesadaran untuk meningkatan perhatian publik terhadap pelestarian Bekantan.

“Jadi melalui ‘Activation Day’ pada 15 Juni 2014. Menggandeng lembaga atau instansi terkait seperti Sahabat Bekantan Indonesia dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk merealisasikan aksi nyata dalam penyelamatan Bekantan dengan menanam 500  pohon   di  Pulau  Bakut,” katanya.

READ  Sukamsi, Penyelamatan Magrove Asal Kebumen

Nantinya, kolaborasi pengembangan yang mendorong lembaga atau instansi terkait untuk mengambil bagian. Serta  berkontribusi langsung dalam pembuatan konservasi Bekantan di Pulau Bakut.

 

SUMBER : Sindonews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enable Notifications    Ok No thanks